Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 03 JULI 2025 • 14:13 WIB

Pacu Jalur Riau Mendunia: Olahraga Tradisional yang Viral karena Tren Aura Farming

Pacu Jalur Riau Mendunia: Olahraga Tradisional yang Viral karena Tren Aura FarmingOlahraga Pacu Jalur Riau Mendunia.

INDOZONE.ID - Kalau biasanya TikTok ramai karena dance atau drama selebgram, kali ini olahraga tradisional sekaligus budaya lokal Indonesia yang jadi pusat perhatian.

Namanya Pacu Jalur, lomba dayung tradisional yang viral gara-gara aksi seorang bocah penari yang tampil di atas perahu saat lomba berlangsung.

Gayanya yang percaya diri, langsung mencuri perhatian, sampai banyak netizen ikut-ikutan lewat tren Aura Farming.

Aksi itu terjadi di Festival Pacu Jalur, yang rutin digelar setiap Agustus di Tepian Narosa, Taluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.

Baca juga: Baru Sebulan di Real Madrid, Trent Alexander-Arnold Sukses Bikin Klubnya Untung

Festival tahunan ini sebenarnya sudah jadi agenda nasional, tapi popularitasnya makin meledak setelah video si bocah viral di TikTok.

Tren Aura Farming sendiri mulai ramai sejak 2024, istilah yang digunakan untuk menggambarkan momen seseorang yang terlihat “punya aura” layaknya karakter utama.

Dalam konteks Pacu Jalur, aura itu muncul dari gerakan para pendayung cilik yang mengayun tangan sambil jaga keseimbangan di atas perahu, diiringi lagu “Young Black & Rich” dari Melly Mike. Aksi itu jadi bahan parodi di mana-mana dan disambut hangat oleh netizen dari berbagai negara.

Viralnya Pacu Jalur tidak cuma bikin netizen heboh, tapi juga jadi bukti kuat kalau olahraga lokal punya daya tarik global. Dengan pendekatan kreatif dan sentuhan tren digital, budaya tradisional bisa bersinar di panggung internasional.

Secara arti, “pacu” berarti perlombaan, dan “jalur” adalah nama lokal untuk perahu panjang tradisional.

Dalam satu perlombaan, satu jalur bisa sepanjang 40 meter dan diisi 50 sampai 60 pendayung. Tiap perahu punya kru lengkap, termasuk tukang concang sebagai pengatur irama, tukang pinggang sebagai pengemudi, tukang tari yang jadi daya tarik, dan tukang onjay untuk bantu keseimbangan.

Perlombaan biasanya dimulai dengan suara tiga kali meriam karbit. Ini penting karena arena lomba luas dan penontonnya ribuan, jadi aba-aba harus jelas.

Hebatnya lagi, biaya bikin satu jalur bisa sampai Rp100 juta dan mayoritas ditanggung secara gotong royong oleh masyarakat setempat. Perahu-perahu ini juga dihias dengan simbol hewan seperti ular, harimau, atau buaya, yang mencerminkan kekuatan dan karakter daerah.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Riau, Haji Roni Rakhmat, tradisi ini awalnya muncul sebagai alat transportasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Mediacenter.riau.go.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pacu Jalur Riau Mendunia: Olahraga Tradisional yang Viral karena Tren Aura Farming

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!