Thomas Partey saat bermain di Arsenal. (REUTERS PIC)
INDOZONE.ID - Laporan mengenai kasus pemerkosaan Thomas Partey ternyata telah disampaikan kepada Arsenal, Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), dan Premier League sejak September 2021, hampir satu tahun sebelum sang pemain pertama kali ditangkap.
Namun, tidak ada tindakan lanjutan yang diambil oleh pihak-pihak tersebut setelah menerima laporan.
Informasi ini mencuat setelah laporan dari media Inggris, The Telegraph, yang menyebut bahwa laporan soal Partey telah diketahui jauh sebelum proses hukum berjalan.
Kasus ini kini menjadi perhatian karena menyangkut tiga perempuan yang mengaku menjadi korban antara tahun 2021 hingga 2022.
Baca juga: 3 Tahun Bungkam, Kenapa Arsenal Memilih Diam Terhadap Kasus Pemerkosaan Thomas Partey? Memalukan!
Pekan lalu, Thomas Partey resmi didakwa atas lima tuduhan pemerkosaan dan satu tuduhan penyerangan seksual.
Tuduhan tersebut melibatkan tiga perempuan berbeda dan kejadian diduga terjadi selama dua tahun masa karier Partey di Arsenal.
Pihak kepolisian menyebut bahwa dua tuduhan pemerkosaan berasal dari satu korban, sementara tiga tuduhan lainnya dari korban kedua.
Sedangkan tuduhan penyerangan seksual berkaitan dengan korban ketiga. Hingga saat ini, identitas para korban masih dirahasiakan demi perlindungan hukum.
Baca juga: Kylian Mbappe Bantah Tuduhan Kasus Pemerkosaan di Swedia, Ini Faktanya!
Thomas Partey saat bermain di Arsenal. (REUTERS/David Klein)
Meski sudah menerima laporan sejak 2021, Arsenal, FA, dan Premier League dilaporkan tidak melakukan penyelidikan.
Hal ini disebut karena kasus tersebut dianggap berada di luar cakupan kebijakan perlindungan FA yang lebih terfokus pada anak-anak dan orang dewasa yang dianggap rentan dalam olahraga.
Menurut kerangka kerja FA, setiap laporan yang berkaitan dengan masalah perlindungan seharusnya segera ditindaklanjuti dengan penyelidikan menyeluruh bersama lembaga terkait.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Telegraph