Gabriel Magalhaes saat bermain di Arsenal. (REUTERS/David Klein)
INDOZONE.ID - Bek Arsenal, Gabriel Magalhaes, menyatakan keyakinannya, pada musim 2025/2026 akan menjadi momen kebangkitan bagi The Gunners.
Ia percaya diri Arsenal mampu mengakhiri puasa gelar Premier League setelah tiga musim berturut-turut gagal meraih trofi juara.
Sejak dilatih Mikel Arteta hampir enam tahun lalu, Arsenal mengalami perkembangan dari segi permainan dan konsistensi.
Namun, hingga kini mereka belum berhasil menambah koleksi trofi. Gelar terakhir yang mereka raih adalah Piala FA pada tahun 2020, yang juga menjadi musim debut Arteta sebagai manajer kepala.
Dalam tiga musim terakhir, Arsenal selalu finis di posisi kedua klasemen akhir Premier League.
Musim lalu, mereka juga nyaris mencatat sejarah, namun gagal melangkah ke final Liga Champions usai dikalahkan Paris Saint-Germain di babak semifinal.
Di Carabao Cup, langkah mereka juga terhenti di semifinal setelah kalah dari Newcastle United yang akhirnya keluar sebagai juara.
Kini, dalam tur pramusim yang berlangsung di Singapura dan Hong Kong, Arsenal menatap musim baru dengan target yang jelas, yakni mengangkat trofi untuk pertama kalinya dalam lima tahun terakhir.
Musim lalu bisa dibilang tidak menguntungkan bagi Arsenal. Cedera menghantam beberapa pemain penting seperti Kai Havertz, Bukayo Saka, Martin Odegaard, dan Gabriel Martinelli.
Keempatnya sempat absen cukup lama yang jelas berdampak pada daya dobrak tim di lini depan.
Di posisi striker, Arsenal juga kehilangan Gabriel Jesus yang mengalami cedera ligamen lutut. Situasi ini memaksa Arteta untuk menggeser Mikel Merino ke posisi penyerang tengah.
Baca juga: Masa Depan Mikel Arteta Bisa Terancam Jika Musim Depan Arsenal Kembali Gagal Juara
Meski bukan posisi naturalnya, Merino tampil cukup baik dengan mencetak tujuh gol dari 28 laga Premier League, dan satu gol penting saat menghadapi Real Madrid di Liga Champions.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BBC Sport