INDOZONE.ID - Kursi kedua di tim Red Bull Racing telah lama dikenal sebagai salah satu yang paling panas di Formula 1.
Kini, penasihat senior tim, Dr. Helmut Marko, yang dikenal karena statement "nyablak"-nya, menegaskan betapa beratnya tekanan menjadi seorang pembalap kedua.
Menurutnya, siapa pun yang menjadi rekan setim Max Verstappen sebaiknya melupakan ambisi untuk mengalahkannya, karena hal itu "mustahil" dilakukan saat ini.
Baca juga: Komentar Jorrel Hato Usai Gabung Chelsea Bikin Fans Klub Lain Panas
Pernyataan ini datang di tengah periode sulit bagi pembalap Red Bull saat ini, Yuki Tsunoda, yang masa depannya bersama tim kini berada di bawah pengawasan ketat menjelang paruh kedua musim 2025.
Max Verstappen, sang juara dunia empat kali, telah membangun reputasi sebagai teammate killer (pembunuh rekan setim).
Sejumlah pembalap berbakat telah mencoba dan gagal menandingi level performanya, yang pada akhirnya membuat mereka tersingkir dari tim yang berbasis di Milton Keynes tersebut.
Nama-nama yang pernah jadi korban keganasan Verstappen adalah: Alex Albon, Pierre Gasly, Daniil Kvyat, Daniel Ricciardo, dan yang terbaru Liam Lawson.
Baca juga: Masih 16 Tahun, Rio Ngumoha Curi Perhatian di Tur Pramusim Liverpool
Tahun ini, Red Bull menunjukkan betapa tingginya standar mereka. Liam Lawson harus rela diturunkan dari tim utama setelah hanya dua akhir pekan balapan karena kurangnya hasil.
Penggantinya, Yuki Tsunoda, juga merasakan betapa sulitnya beradaptasi dengan mobil RB21.
Helmut Marko, yang bertanggung jawab atas program pembalap muda Red Bull, memiliki satu nasihat kunci bagi siapa pun yang mengisi kursi kedua tersebut.
"Siapapun yang membalap di samping Max (Verstappen) harus berhenti mencoba untuk mengalahkannya," kata Marko kepada F1-Insider.
Baca juga: Eddie Howe Beri Peringatan Keras kepada Alexander Isak yang Ingin Hengkang ke Liverpool
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: F1-Insider