INDOZONE.ID - Salah satu tim Formula 1 (F1), McLaren, lagi on fire musim ini, tapi performa keren mereka di Grand Prix Italia akhir pekan lalu justru meninggalkan drama baru. Sebuah keputusan team order yang kontroversial bikin para fans dan pakar F1 ribut. Pertanyaannya, apakah McLaren sudah adil atau malah bikin blunder yang bisa merusak persaingan internal mereka?
Di saat Lando Norris dan Oscar Piastri lagi sengit-sengitnya rebutan gelar juara dunia, tim oranye ini mengambil langkah yang bisa jadi pedang bermata dua.
Baca juga: Hasil F1 GP Silverstone: Mclaren Raih Poin Sempurna, Nico Hulkenberg Raih Podium Perdana
Ceritanya dimulai di Sirkuit Monza. Lando Norris sedang nyaman di posisi kedua, tepat di depan rekan setim sekaligus rival utama di klasemen, Oscar Piastri. Buat melindungi posisi 2–3 dari ancaman Charles Leclerc (Ferrari), Lando setuju mengalah dan membiarkan Oscar masuk pit lebih dulu. Sebuah langkah team player yang patut diacungi jempol.
Tapi, di sinilah plot twist-nya muncul. Satu lap kemudian, giliran Lando masuk pit. Sialnya, ada masalah dengan wheel gun yang bikin pit stop-nya lambat. Akibatnya? Lando keluar pit di belakang Oscar.
Melihat situasi ini, McLaren langsung bertindak. Mereka memerintahkan Oscar untuk minggir dan memberikan posisi kedua kembali ke Lando. Oscar sempat terdengar mempertanyakan perintah itu lewat radio tim, tapi akhirnya nurut. Hasil akhir, Lando finis P2, Oscar P3.
Pembalap McLaren, Lando Norris. (REUTERS/Amr Alfiky)
Keputusan McLaren ini langsung jadi bahan perdebatan panas. Para ahli F1 pun terbelah jadi dua kubu, yakni tim pro dan tim kontra.
Dilansir dari Crash.net, mantan pembalap F1 asal Inggris, Jolyon Palmer, khawatir dengan kondisi McLaren yang dinilai sudah "membuka kaleng cacing," maksudnya tindakan yang malah mancing masalah lebih besar di kemudian hari. Palmer bilang situasinya jadi samar.
"Batasannya di mana? Kalau pit stop-nya lebih lambat 7 atau 8 detik, apa masih akan dibalikin posisinya?" tanyanya.
Palmer juga mengingatkan soal Grand Prix Hungaria, di mana strategi tim lebih menguntungkan Lando, tapi tidak ada perintah untuk tukar posisi meskipun Oscar finis tepat di belakangnya. Nah loh, bingung kan?
Di sisi lain, mantan pembalap McLaren, Juan Pablo Montoya, merasa keputusan itu sudah pas. Menurutnya, McLaren mau bersikap netral dan tidak mau dianggap ikut campur dalam perebutan gelar. Mereka cuma "memperbaiki" hasil yang terganggu oleh masalah teknis.
"Dengan begini, keduanya mungkin sama-sama kesal, tapi tidak kesal banget," candanya.
Juara dunia 1997, Jacques Villeneuve, juga setuju. Menurutnya, ini adil karena Lando sudah berkorban duluan dengan membiarkan Oscar pit pertama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Crash.net