INDOZONE.ID - Bayangin, lagi seru-serunya ngejar gelar juara dunia F1, tiba-tiba dari radio tim kamu disuruh ngalah buat rekan setim yang notabene rival terberatmu. Nyesek nggak, tuh? Inilah dilema yang dihadapi pembalap McLaren, Oscar Piastri, di Grand Prix Italia akhir pekan lalu.
Di tengah balapan, Piastri secara mengejutkan berada di depan Lando Norris. Tapi, alih-alih mempertahankan posisi, ia justru manut ketika McLaren mengeluarkan team order untuk mempersilakan Norris lewat. Keputusan ini bikin banyak fans bertanya-tanya, kenapa dia rela kehilangan poin krusial?
Ternyata, menurut pakar F1 Peter Windsor, keputusan Piastri itu justru sangat cerdas. Ada alasan strategis di baliknya. Penasaran?
Sebelum masuk ke analisis, kita bedah dulu kronologinya. Sepanjang balapan, Lando Norris konsisten berada di depan Oscar Piastri. Namun, semua berubah saat sesi pit stop.
Baca juga: Oscar Piastri Dipuji Sang Juara Dunia Berkat Penampilan Solid 3 Musim Berseragam McLaren
Secara nggak biasa, McLaren memutuskan memanggil Piastri masuk pit lebih dulu. Giliran Norris yang masuk beberapa lap kemudian, pit stop-nya malah lemot parah gara-gara ada masalah saat memasang ban kiri depan.
Plot twist-nya, Norris keluar dari pit tepat di belakang Piastri. Melihat pembalap andalan mereka untuk gelar juara dunia tertahan, McLaren langsung mengeluarkan jurus pamungkas: team order. Piastri diminta untuk memberikan posisi kedua kepada Norris.
Tanpa perlawanan berarti, Piastri menuruti perintah tersebut. Ia melambatkan laju mobilnya dan membiarkan Norris menyalip. Akibatnya, Piastri harus puas finis di posisi ketiga dan kehilangan tiga poin berharga dalam pertarungannya melawan Norris di puncak klasemen.
Banyak yang heran, kenapa Piastri yang punya kecepatan nggak mencoba mempertahankan posisinya? Bukankah setiap poin sangat penting dalam perebutan gelar? Di sinilah analisis dari Peter Windsor, mantan manajer Williams era 80-an, menjadi menarik.
Oscar Piastri saat balapan di GP Jepang. (SHUJI KAJIYAMA)
Menurut Windsor, Piastri mengambil langkah yang bijak dengan menuruti perintah tim. Kuncinya ada pada konteks pertarungan mereka saat itu.
“Perbedaan besarnya adalah, ini bukan untuk posisi terdepan (kemenangan),” kata Windsor di kanal YouTube Cameron CC.
Baca juga: Oscar Piastri Akan Punya Tribun Khusus di GP Australia 2026
Windsor menjelaskan bahwa jika situasinya adalah perebutan posisi pertama, ceritanya akan sangat berbeda. Ia memberikan sebuah skenario untuk memperjelas maksudnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube/Cameron CC