Pep Guardiola saat di Manchester City. (REUTERS/Hannah Mckay)
INDOZONE.ID - Pep Guardiola jarang sekali menggunakan strategi bertahan, dalam menerapkan gaya bermainnya di Manchester City.
Namun, hal itu terlihat jelas ketika Manchester City hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Arsenal pada Minggu (21/9/2025).
City yang biasanya mendominasi penguasaan bola justru bermain dengan gaya “parkir bus”, strategi yang akhirnya gagal menjaga keunggulan mereka.
Baca juga: Guardiola Kehabisan Ide? City Dipaksa Parkir Bis di Emirates
Gol Gabriel Martinelli pada menit ke-93 menyelamatkan Arsenal dari kekalahan. Hasil imbang ini membuat orang-orang lebih banyak membicarakan formasi bertahan Guardiola, ketimbang gol penyeimbang Martinelli.
City bahkan turun dengan formasi 5-4-1, di mana hampir semua pemain fokus menjaga area pertahanan.
Menurut data Opta, Manchester City hanya menguasai bola 32,8 persen sepanjang pertandingan.
Angka tersebut menjadi rekor terendah sepanjang kepelatihan Guardiola di klub manapun. Mengingat, gaya bermainnya selalu identik dengan dominasi bola dan pressing ketat.
Baca juga: Pep Guardiola Sindir Arsenal dan Liverpool soal Banyak Belanja Pemain Mahal di Bursa Transfer
Guardiola menilai hal ini tidak terlepas dari padatnya jadwal usai laga Liga Champions menghadapi Napoli pada Kamis (18/9/2025).
Ia juga membandingkan situasi tersebut dengan Arsenal musim lalu, ketika The Gunners mampu bertahan dengan 10 pemain dalam hasil imbang 2-2 di Etihad Stadium.
Meski begitu, Guardiola tetap mengakui kualitas Arsenal membuatnya harus lebih pragmatis. Ia menyebut rekor tersebut bukan sesuatu yang terlalu besar, meski tetap menjadi catatan penting dalam perjalanannya.
Baca juga: Declan Rice Heran dengan Gaya Permainan Manchester City yang Cenderung Bertahan
“Saya tidak bisa terus hidup di negara ini dengan satu rekor lagi. Tapi saya bangga juga dengan itu,” ucap Guardiola.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Opta, BBC Sport