INDOZONE.ID - Barcelona akan menjalani pertandingan sulit saat bertemu Paris Saint-Germain (PSG) pada fase grup Liga Champions pada Rabu (1/10/2025) di Stadion Olimpiade Lluis Companys.
Hansi Flick menyambut laga ini dengan percaya diri, meski ia sadar PSG dalam beberapa tahun terakhir selalu menjadi lawan yang menyulitkan Blaugrana.
Kabar baik hadir bagi Barcelona dengan kembalinya Lamine Yamal. Pemain berusia 18 tahun ini digadang-gadang akan menjadi kartu as di pertandingan penting tersebut.
Baca juga: Ballon d’Or 2025 Milik Ousmane Dembele, Ayah Lamine Yamal Sebut Ada Kejanggalan
PSG sendiri bukan lawan yang asing, mengingat mereka pernah menyingkirkan Barcelona di babak 16 besar Liga Champions 2021 dan perempat final 2024.
Tak hanya itu, PSG juga sukses meraih kemenangan dalam dua kunjungan terakhirnya ke Camp Nou.
Pertemuan kali ini sedikit berbeda karena hanya terjadi di fase grup dengan format baru. Meski begitu, pertandingan tetap diprediksi sengit meski kedua tim tidak tampil dengan kekuatan penuh.
PSG akan kehilangan beberapa pemain kunci seperti Marquinhos, Ousmane Dembele, Khvicha Kvaratskhelia, dan Desire Doue.
Di sisi lain, Barcelona juga tidak bisa memainkan Joan Garcia, Raphinha, dan Gavi.
Baca juga: Perubahan Posisi Bermain Ousmane Dembele Berbuah Ballon d’Or dan Trofi Liga Champions untuk PSG
“Ini kompetisi berbeda, dan kami melawan tim terbaik musim lalu. Saya suka apa yang mereka tunjukkan tahun lalu. Ini tantangan besar dan kami menantikannya,” kata Flick dalam konferensi pers, Selasa (30/9/2025).
Pelatih asal Jerman itu menegaskan bahwa Barcelona tidak sedang mencari balas dendam. Ia menekankan fokusnya hanya pada laga yang akan datang, bukan pertandingan-pertandingan sebelumnya.
Baginya, Barcelona dan PSG sekarang adalah tim yang berbeda dengan kondisi yang sudah berubah sepenuhnya.
Kembalinya Lamine Yamal menjadi salah satu kabar paling menggembirakan bagi fans Barcelona.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters