Timnas Cape Verde lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya (Instagram @caf_online)
INDOZONE.ID - Dunia sepak bola kembali diwarnai kisah inspiratif! Kali ini, datang dari negara kepulauan kecil di lepas pantai barat Afrika, Tanjung Verde.
Negara ini sukses mengukir sejarah dengan memastikan diri lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya.
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi momen bersejarah bagi bangsa mereka, tetapi juga menempatkan Tanjung Verde dalam daftar elite negara-negara kecil yang mampu unjuk gigi di panggung sepak bola terbesar di dunia.
Dengan populasi yang hanya berkisar 525.000 jiwa, pencapaian mereka menjadi bukti bahwa semangat dan determinasi mampu melampaui keterbatasan demografis.
Tim nasional Tanjung Verde, yang dijuluki "Si Hiu Biru", memastikan tiket bersejarah mereka setelah tampil sebagai juara grup dalam babak kualifikasi zona Afrika.
Dalam pertandingan penentuan yang krusial, mereka berhasil menaklukkan Eswatini dengan skor telak 3-0 di kandang sendiri.
Kemenangan ini disambut dengan perayaan luar biasa di seluruh negeri, dari ibu kota Praia hingga ke berbagai komunitas diaspora di seluruh dunia.
Keberhasilan ini terasa semakin manis karena mereka berhasil menyisihkan negara kuat langganan Piala Dunia, Kamerun, di grup yang sama.
Perjalanan mereka di babak kualifikasi menunjukkan perkembangan pesat sepak bola di negara tersebut, yang sebelumnya lebih dikenal lewat prestasi di ajang Piala Afrika.
Baca juga: Gagal Menang! Timnas Indonesia U-23 Ditahan Imbang India dalam Laga Uji Coba Kedua
Lolosnya Tanjung Verde ke Piala Dunia 2026 secara otomatis memasukkan mereka ke dalam daftar negara dengan populasi terkecil yang pernah berpartisipasi di turnamen akbar ini.
Mereka mengikuti jejak beberapa negara kecil lain yang sebelumnya telah mematahkan prediksi dan meraih mimpi serupa.
Berikut 3 negara sebelum Tanjung Verde yang lebih dulu merasakan atmosfer Piala Dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan