INDOZONE.ID - Bos UFC, Dana White angkat bicara terkait keributan besar yang terjadi di UFC 322 di Madison Square Garden pada Sabtu (15/11/2025) malam waktu setempat. Dana White mengaku bertanggung jawab penuh atas keributan yang terjadi.
Untuk diketahui, UFC kembali digelar di New York yang mempertemukan petarung Islam Makhachev vs Jack Della Maddalena dalam perebutan gelar juara welterweight.
Namun sebelum partai puncak dimulai, suasana di area kursi petarung justru memanas. Petarung Dillon Danis, yang dikenal sebagai provokator di dunia MMA muncul dan terlibat adu mulut dengan para pendukung Makhachev.
Baca juga: Dana White Berharap Duel Conor McGregor Vs Michael Chandler Digelar September 2024
Tak butuh waktu lama, situasi panas itu pecah dengan perkelahian. Kursi berterbangan, mereka saling pukul hingga petugas keamanan dan polisi turun tangan meredakan situasi.
Team Khabib just beat the living shit out of Dillon Danis
— Books (@DaoKwonDo) November 16, 2025
Hey, next time don’t talk and not back it up
GG #UFC322 pic.twitter.com/GehyJLoGao
Terkait keributan ini, bos UFC Dana White buka suara. Ia menjelaskan bahwa staf sempat memperingatkannya tentang Danis yang berpindah-pindah tempat duduk.
Namun, ia memutuskan untuk membiarkan Danis tetap duduk sesuai tiketnya, dengan pengawasan ketat. Ia mengaku tak menyadari bahwa barisan pendukung Islam Makhachev berada di baris kursi terdepan.
"Begitu keributan pecah, saya langsung sadar, ‘Sial, saya tahu itu apa.’ Dan benar saja," kata White.
Lebih lanjut, White memastikan Danis tak akan pernah diizinkan hadir lagi di ajang UFC.
Baca juga: Dana White soal Duel Islam Makhachev vs Charles Oliveira: Tunggu Tahun Depan
"Kalian tidak akan pernah lihat Dillon Danis di acara UFC lagi. Tidak akan pernah," tegasnya.
Staf keamanan sempat menawarkan untuk menangkap Danis dan meminta White menekan tuntutan, namun ia menolak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Express