INDOZONE.ID - Manajer Tottenham Hotspur, Thomas Frank, menyoroti sikap sebagian pendukung Spurs yang mencemooh kiper Guglielmo Vicario setelah dirinya melakukan kesalahan fatal dalam kekalahan 1-2 dari Fulham pada laga Premier League, Sabtu (29/11/2025).
Kesalahan Vicario dan reaksi suporter Tottenham itu kemudian menjadi sorotan utama dalam konferensi pers usai pertandingan.
Pada laga kandang tersebut, Vicario keluar terlalu jauh dari gawang dan justru memberikan bola kepada pemain lawan.
Baca juga: Tottenham Menang 3-0 atas Slavia Praha, Thomas Frank Puji Etos Kerja Xavi Simons
Kesempatan itu dimanfaatkan Harry Wilson yang melepas tembakan jarak jauh sekitar 35 meter ke gawang yang kosong.
Gol kedua Fulham itu terjadi hanya enam menit setelah kickoff. Sebelumnya, sepakan rendah Kenny Tete yang berbelok arah juga tak mampu dibendung Vicario.
Hasil ini memperpanjang tren buruk Tottenham di kandang sepanjang 2025. Tercatat sudah 10 kali mereka menelan kekalahan di hadapan pendukung sendiri.
Baca juga: Tottenham Hotspur Siap Tantang Manchester United dalam Perburuan Carlos Baleba
Tak heran, skuad Spurs pulang ke ruang ganti dengan sorakan boo yang terdengar keras dari tribun.
Meski memahami rasa frustrasi pendukung, Thomas Frank menyampaikan bahwa suporter seharusnya tetap mendukung pemainnya di tengah kondisi sulit.
“Ketika tertinggal 0-2 dalam enam menit, semua jadi lebih berat. Vic melakukan kesalahan, itu benar. Tapi saya tidak suka melihat fans mencemoohnya saat pertandingan berjalan. Itu tidak pantas,” tegasnya.
“Kalau mereka mau meluapkan kekecewaan setelah laga, silakan saja. Tapi selama tim berjuang di lapangan, dukungan itu penting.”
Frank menilai bahwa cemoohan di tengah pertandingan justru bisa semakin menjatuhkan mental pemain yang sudah berada dalam tekanan berat.
Setelah awal musim yang cukup menjanjikan, Spurs kini harus puas berada di posisi 10 klasemen sementara Premier League.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters