INDOZONE.ID - Tottenham Hotspur sejatinya memiliki salah satu stadion paling megah di Eropa. Namun, kemegahan tersebut belum mampu menghadirkan rasa aman bagi tim tuan rumah.
Dalam 12 bulan terakhir, markas Spurs justru berubah menjadi tempat yang bersahabat bagi tim tamu di Premier League.
Pada Sabtu (20/12/2025), stadion berkapasitas hampir 62.000 penonton itu kembali dipadati suporter saat Liverpool bertandang ke kandang Spurs.
Harapan publik tuan rumah untuk melihat kebangkitan Spurs kembali pupus, setelah tim kesayangan mereka menelan kekalahan 1-2.
Baca juga: Tottenham Hotspur Raih Kemenangan Kandang Pertama Sejak Agustus
Kekalahan dari Liverpool tersebut menambah panjang catatan buruk Tottenham di kandang sendiri.
Sepanjang tahun 2025, Spurs sudah menelan 11 kekalahan kandang di Premier League, sebuah rekor terburuk dalam sejarah klub.
Jumlah itu melampaui catatan sebelumnya, yakni 10 kekalahan kandang yang terjadi pada tahun 1994 dan 2003.
Alih-alih menjadi benteng kokoh, stadion megah Tottenham justru menjadi bukti rapuhnya performa mereka di hadapan pendukung sendiri.
Manajer Tottenham, Thomas Frank, menyadari betul tekanan yang kini mengarah kepadanya. Ia menegaskan, pentingnya mengubah kandang menjadi tempat yang menyeramkan bagi lawan pada tahun depan.
“Saya sudah mengatakan sejak awal, sangat penting bagi kami untuk melakukan segala cara agar kandang ini menjadi benteng. Untuk mewujudkannya, kami membutuhkan penampilan seperti hari ini,” kata Frank.
Meski menelan kekalahan, Frank mengakui, pertandingan tidak sepenuhnya berjalan sesuai harapan akibat sejumlah insiden.
Tottenham harus bermain dengan 10 orang setelah Xavi Simons diganjar kartu merah usai melakukan tekel terhadap Virgil van Dijk.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters