INDOZONE.ID - Organisasi sepak bola Indonesia (PSSI) mengadakan rapat darurat atau emergency online meeting bersama PSSI Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Adapun rapat darurat ini membahas sejumlah insiden serius yang terjadi selama pelaksanaan Putaran Provinsi Liga 4 musim 2025/2026. Berbagai kejadian itu belakangan viral di media sosial dan menyedot perhatian publik.
Rapat daring tersebut diikuti Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali, Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi, anggota Exco Rudy Yulianto, Kairul Anwar, Ketua Komite Disiplin Umar Husin, perwakilan Departemen Wasit Pratap Singh. Selain itu terdapat juga para perwakilan PSSI Jawa Tengah, PSSI Jawa Timur, dan manajer maupun panitia pelaksana pertandingan Liga 4 di kedua provinsi tersebut.
Baca juga: Resmi! PSSI Gandeng Kelme sebagai Official Apparel Timnas Indonesia, Kontrak hingga 2030
Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi mengatakan, rapat darurat ini digelar berdasarkan perintah dari Ketua Umum dan Eksekutif Komite PSSI, yang 'concern' dengan sejumlah peristiwa luar biasa di Liga 4, khususnya Jateng dan Jatim.
"Atas arahan Ketua Umum Bapak Erick Thohir dan Eksekutif Komite PSSI, terkait persoalan-persoalan luar biasa yang saat ini terjadi pada event-event sepak bola Indonesia, khususnya di Liga 4 di Jawa Timur dan Jawa Tengah, kami diminta untuk segera mengambil langkah tegas," ujar Yunus.
Yunus menjelaskan, aksi tidak sportif yang dilakukan pemain dan perilaku buruk suporter, telah menimbulkan dampak luas dan merugikan ekosistem sepak bola nasional. Oleh karena itu, kejadian tersebut tidak bisa dipandang sebagai persoalan lokal semata.
"Akibat dari tindakan sejumlah pemain, media sosial menjadi sangat ramai dan mendiskreditkan nama sepak bola Indonesia, khususnya PSSI," kata Yunus.
Lebih lanjut katanya, PSSI akan melakukan evaluasi menyeluruh dan menyiapkan penambahan regulasi Liga 4. Selain pemain, sanksi juga akan menyasar pelatih hingga ofisial.
"Apabila terjadi hal-hal luar biasa, maka akan dilakukan evaluasi serta penambahan regulasi Liga 4 untuk memberikan sanksi. Sanksi tersebut tidak hanya ditujukan kepada pemain, tetapi juga kepada pelatih, manajer, ofisial, bahkan kepada klubnya," ujarnya.
Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali menambahkan, setiap kejadian yang terjadi di level mana pun tetap akan dipersepsikan sebagai peristiwa sepak bola Indonesia secara keseluruhan.
"Kejadian di mana pun dan apa pun yang terjadi, itu akan selalu dilihat sebagai peristiwa sepak bola Indonesia. Terjadi di kabupaten, terjadi di provinsi, apalagi di tingkat nasional," ujar Zainudin.
Ia mengingatkan bahwa sepak bola Indonesia berada dalam pengawasan federasi internasional. Karena itu, setiap insiden yang terjadi di daerah berpotensi memengaruhi penilaian global terhadap sepak bola nasional.
"Kita berada di bawah pengawasan FIFA dan AFC. Apa pun yang terjadi di kabupaten atau provinsi, FIFA pasti menilainya sebagai kejadian sepak bola Indonesia," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pssi