Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 25 FEBRUARI 2026 • 20:15 WIB

Kekerasan Kartel di Guadalajara Bikin Ketua FA Jerman 'Kehilangan Selera' Sambut Piala Dunia 2026

Author

Kekerasan Kartel di Guadalajara Bikin Ketua FA Jerman Kehilangan Selera Sambut Piala Dunia 2026Para supporter sepak bola Jerman (Sumber: pixabay.com)

INDOZONE.ID - Kekerasan yang dipicu tewasnya bos kartel Jalisco New Generation, 'El Mencho', di Meksiko ikut berdampak pada gelaran Piala Dunia 2026. Ketua Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB), Andreas Rettig, secara blak-blakan mengaku tidak lagi bersemangat menyambut turnamen akbar ini menyusul situasi mencekam di kota tuan rumah Guadalajara.

"Sejujurnya, tidak saat ini," jawab Rettig saat ditanya media Jerman, Augsburger Allgemeine, apakah ia menantikan Piala Dunia musim panas nanti. "Dengan gambar-gambar yang kami lihat dari Meksiko, pikiran saya benar-benar tertuju pada semua warga Meksiko yang menderita akibat kerusuhan ini. Kami hanya bisa berharap situasi seperti perang ini segera mereda," tambahnya.

Guadalajara, yang akan menggunakan Estadio Akron sebagai venue, dijadwalkan menggelar empat pertandingan babak grup, termasuk laga Meksiko vs Korea Selatan dan Uruguay vs Spanyol. Stadion yang sama juga akan menjadi tuan rumah turnamen play-off Piala Dunia pada 26–28 Maret.

Baca juga: Hasil Undian Piala Dunia 2026 Resmi Dirilis: Ini Deretan Grup Paling Panas, Mana Jagoan Kamu?

Bukan Cuma Meksiko, Badai Salju di AS Juga Bikin Prihatin

Rettig juga menyoroti bencana alam yang melanda bagian lain dari tuan rumah bersama. "Gambar-gambar yang sampai kepada kami dari kota-kota tuan rumah di Pantai Timur AS, dengan badai salju yang menghancurkan, juga sangat memprihatinkan. Mengingat hal ini, hanya ada sedikit ruang untuk antisipasi Piala Dunia saat ini lebih kepada harapan bahwa semuanya akan kembali normal di sana secepat mungkin," ujarnya.

Jerman sendiri dijadwalkan memulai kampanye Piala Dunia melawan Curacao di Houston pada 14 Juni, setelah sebelumnya menjalani laga uji coba melawan AS di Chicago pada 6 Juni.

Baca juga: Piala Dunia 2026 Makin Canggih: Robot Anjing Bakal Patroli di Meksiko

Sikap Kritis yang Konsisten

Pernyataan Rettig ini konsisten dengan sikap kritisnya di masa lalu. Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, ia mendorong protes berani dan pemberitaan kritis, bahkan menyebut turnamen itu harus menjadi "bencana PR" bagi penyelenggara. Kala itu, ia juga menyarankan DFB mengirim pejabat yang terbuka sebagai gay sebagai bentuk protes.

Meski demikian, Rettig menolak seruan boikot untuk Piala Dunia 2026. Menurutnya, tindakan seperti itu "saat ini tidak masuk akal" karena "situasi politik dapat berubah dengan cepat." Ia juga mengingatkan para pemain Jerman untuk berhati-hati agar diskusi negatif tidak masuk ke ruang ganti.

Dengan situasi keamanan yang masih belum stabil di Meksiko dan bencana alam di AS, kekhawatiran seperti yang diungkapkan Rettig mungkin akan semakin banyak muncul menjelang kick-off Piala Dunia 2026.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Nytimes.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kekerasan Kartel di Guadalajara Bikin Ketua FA Jerman 'Kehilangan Selera' Sambut Piala Dunia 2026

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!