Ilustrasi seorang kiper futsal. (Dok. Gemini Ai)
INDOZONE.ID - Dalam olahraga futsal, ada satu pemandangan yang sering bikin penonton awam heran: Kenapa kipernya nggak pakai sarung tangan? Padahal, bola futsal itu lebih berat dan keras dibanding bola sepak lapangan besar.
Ternyata, keputusan untuk tampil dengan tangan telanjang atau hanya bermodalkan finger tape bukan buat gaya-gayaan atau pamer keberanian.
Ada rahasia teknis dan hitung-hitungan akurasi di baliknya. Yuk, kita bedah kenapa kiper futsal memilih "bertangan besi" tanpa sarung tangan!
Baca juga: Jadwal Timnas Futsal Indonesia di Piala AFF 2026: Usai Brunei, Siapa Lawan Selanjutnya?
Futsal adalah permainan transisi yang sangat cepat. Kiper bukan cuma bertugas menepis, tapi juga berperan sebagai "quarterback" atau pengatur serangan pertama.
Baca juga: Hasil Piala AFF Futsal 2026: Timnas Indonesia Libas Brunei 7-0
Karakteristik bola futsal yang low bounce (pantulan rendah) dan berat membuat teknik kipernya berbeda dengan sepak bola.
Kalau kamu lihat jari-jari mereka dililit selotip putih, itu bukan perban luka biasa. Itu adalah finger tape yang punya fungsi ganda.
Tampil tanpa gloves bukan tanpa risiko. Kiper futsal adalah salah satu posisi paling rawan cedera di lapangan.
Kiper futsal adalah definisi nyata dari pepatah 'No Pain, No Gain'. Mereka mengorbankan kenyamanan jari demi akurasi lemparan yang mematikan dan kontrol bola yang sempurna.
Jadi, kalau nanti kamu lihat kiper futsal menepis bola pakai tangan telanjang, ingatlah bahwa di balik itu ada teknik tinggi dan nyali yang luar biasa besar. Siap coba main futsal jadi kiper tanpa sarung tangan?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan