Rabu, 02 JULI 2025 • 14:15 WIB

Sempat Digadang-gadang Punya Masa Depan Cerah, Ini 5 Wonderkid yang Kariernya Meredup Sebelum Capai Usia Emas

Author

Pemain-pemain muda saat bermain sepak bola (Albert Gea/REUTERS)

INDOZONE.ID - Dunia sepak bola memang tidak terlepas dari regenerasi dari masa ke masa, hal itu yang membuat banyak wonderkid atau pemain muda potensial, yang siap untuk menjadi penerus dari pemain generasi saat ini di masa yang akan datang.

Diketahui, istilah wonderkid merupakan istilah yang ditujukan kepada pemain muda yang nantinya, digadang-gadang sebagai pemain hebat di masa yang akan datang. 

Dari hal itu, tentunya tak mengherankan banyak pemain muda di bawah usia 20 tahun yang mampu mencuri perhatian publik. Bahkan, klub besar berkat aksi hebatnya dalam mengolah si kulit bundar.

Di era saat ini, mungkin ada Lamine Yamal, Nico Williams, Florian Wirtz hingga Dean Huijsen yang namanya bersinar sebagai wonderkid. Kini, Dean Huijsen saja sudah memperkuat Real Madrid, meskipun usianya masih belia yakni 19 tahun berkat penampilan apiknya di lini pertahanan Bournemouth.

Namun, rupanya tidak semua wonderkid yang kariernya bersinar hingga saat ini. Bahkan, banyak juga wonderkid yang kariernya meredup sebelum mencapai usia emas sebagai pesepak bola.

Lantas, siapa saja wonderkid yang kariernya meredup sebelum mencapai usia emas?

Baca juga: Pesan Penyerang Timnas Putri Indonesia Jelang Lawan Pakistan: Yuk, Main Lebih Kompak

5 Wonderkid yang Kariernya Meredup Sebelum Mencapai Usia Emas

Pada artikel ini, tim INDOZONE akan memberikan sedikit ulasan terkait lima wonderkid di dunia sepak bola, yang kariernya meredup sebelum mencapai usia emas, sebagaimana yang dilansir dari Transfermarkt pada Rabu (2/7/2025). Yuk simak!

1. Alen Halilovic

Alen Halilovic saat membela Barcelona (The Tilehurst End)

Pecinta sepak bola tentunya masih ingat dengan sosok Alen Halilovic? Yaps, pemain satu ini dulu sempat digadang-gadang akan menjadi penerus Lionel Messi di Barcelona. Pemain yang kini berusia 29 tahun itu dibeli Barcelona dari Dinamo Zagreb pada 2014 lalu.

Barcelona saat itu cukup kepincut dengan bakat Halilovic hingga akhirnya mereka membelinya dari Dinamo Zagreb seharga 2,2 juta Euro (Rp42 miliar). Saat itu, banyak pihak yang berekspektasi tinggi dengan kemampua Halilovic.

Bahkan, banyak yang menggadang-gadang bahwa pemain kelahiran Dubrovnik, Kroasia itu sebagai penerus Lionel Messi.

Akan tetapi, karier Halilovic langsung meredup di musim-musim berikutnya. Bahkan, ia tak pernah satu menitpun bermain di tim utama Barcelona. Ia sempat dipinjamkan beberapa kali ke klub lain, sebelum akhirnya ia memperkuat klub Eredivisie, Fortuna Sittard sejak 2023 lalu.

Di Fortuna Sittard m, ia mampu mencetak 7 gol dan 6 assist dalam 62 penampilannya di semua kompetisi.

Baca juga: Timnas Putri Indonesia vs Pakistan, Satoru Mochizuki Minta Garuda Pertiwi Main Lebih Oke

2. Hachim Mastour

Hachim Mastour (X @eurofootcom)

Hachim Mastour dulu sempat digadang-gadang sebagai salah satu wonderkid potensial. Yang mana, ia memiliki kemampuan mengolah si kulit bundar dengan luar biasa. Dari kemampuannya itu, membuat AC Milan tertarik mendatangkannya dari Reggiana pada tahun 2012 lalu.

Hachim Mastour dulu sempat digadang-gadang sebagai penerus Zlatan Ibrahimovic. Saat didatangkan Milan, Mastour dinilai memiliki bakat yang luar biasa, bahkan potensi untuk menjadi bintang besar. Akan tetapi, karier sepak bolanya tidak berkembang sama sekali.

Ia sempat dipinjamkan ke beberapa klub sebelum akhirnya memutuskan untuk meninggalkan AC Milan pada 2018 lalu. Kini, Mastour masih aktif bermain sepak bola, dan ia kini memperkuat klub Serie C, Virtus Verona pada musim panas tahun ini.

Baca juga: Chelsea Resmi Beli Joao Pedro 50 Juta Pounds, Apa yang Bisa Ia Tawarkan untuk Lini Depan The Blues?

3. Riechedly Bazoer

Riechedly Bazoer saat masih perkuat Ajax (X @Squawka)

Riechedly Bazoer juga merupakan jajaran pemain yang kariernya meredup sebelum menginjak usia emas. Diketahui, pemain yang kini berusia 29 tahun itu, dulu merupakan salah satu wonderkid potensial, dan bahkan ia digadang-gadang akan menjadi penerus Clarence Seedorf.

Sempat menimba ilmu di tim muda Ajax, Bazoer sempat menjadi andalan di lini tengah klub berjuluk De Godenzonen itu. Selama memperkuat tim utama Ajax sejak 2013-2017, Bazoer tercatat telah mencetak 8 gol dan 5 assist dalam 71 penampilannya di semua kompetisi.

Dari hal itu, membuat bakat Riechedly Bazoer terendus oleh klub Jerman Vfl Wolfsburg, yang dimana mereka membeli pemain kelahiran Utrecht itu pada 2017 lalu. Namun, sayang kariernya bersama Wolfsburg hanya bertahan dua musim saja, selama dia memperkuat Wolfsburg, ia tercatat hanya bermain sebanyak 27 pertandingan saja.

Setelah dari Wolfsburg, karier Riechedly Bazoer perlahan meredup, ia sempat memperkuat beberapa klub termasuk FC Porto pada 2018 lalu, sebelum akhirnya ia berkarier di Turki saat ini bersama Konyaspor sejak tahun 2024 lalu.

Baca juga: Calvin Verdonk Dirumorkan Negosiasi dengan FC Utrecht, Ini Kata Sang Agen

4. Reece Oxford

Reece Oxford saat melakukan debut profesional bersama West Ham pada 2015 lalu (X @Squawka)

Reece Oxford merupakan salah satu dari sekian wonderkid yang kariernya meredup sebelum mencapai usia emas. Memulai karier profesionalnya bersama West Ham United, Oxford dulu sempat digadang-gadang sebagai bek masa depan Timnas Inggris.

Oxford juga sempat menjadi salah satu pemain termuda yang pernah debut di Premier League, yang dimana ia memulai debut profesionalnya bersama West Ham United saat usianya menginjak 16 tahun pada 2015 lalu.

Reece Oxford bermain untuk tim utama The Hammers hanya 8 kali, hingga akhirnya ia sempat dipinjamkan ke beberapa klub, hingga pada tahun 2019, ia memutuskan untuk meninggalkan West Ham United dan mencoba peruntungannya di Bundesliga bersama FC Augsburg.

Di FC Augsburg, karier Reece Oxford sempat bangkit yang mana ia mampu mencetak 3 gol dan 2 assist dalam 80 penampilannya di semua kompetisi. Namun, kini Oxford tengah menganggur usai kontraknya bersama FC Augsburg habis per 1 Juli 2025.

Baca juga: Inter Milan Kalah dari Fluminense, Lautaro Martinez Geram dan Sindir Hakan Calhanoglu

5. Dele Alli

Pemain Tottenham Hotspur, Dele Alli saat melawan Manchester City. (REUTERS/Andrew Couldridge )

Dele Alli memang dulu salah satu wonderkid potensial, namun kini kariernya tengah meredup dalam beberapa musim terakhir. Alli dulu merupakan salah satu wonderkid potensial di Inggris, hal itu membuat Tottenham Hotspur kepincut datangkan Dele Alli dari MK Dons pada 2015 lalu.

Bersama Tottenham Hotspur, karier Dele Alli sempat melesat tajam di bawah asuhan Mauricio Pochetino, bahkan ia juga menjadi bagian penting untuk membawa The Lilywhites menjadi finalis Liga Champions 2019 lalu.

Namun, saat kursi kepelatihan Tottenham Hotspur diambil alih oleh Jose Mourinho, karier Dele Alli langsung meredup begitu saja yang dimana saat kepelatihan Mourinho, Alli hanya beberapa kali tampil di ajang Premier League.

Saat kursi kepelatihan Tottenham berpindah ke Nuno Espirito Santo, ada harapan karier Alli di Tottenham Hotspur bangkit. Namun, ia gagal kembali menebus ke tim utama hingga akhirnya memutuskan pindah ke Everton pada 2022 lalu.

Ia juga sempat dipinjamkan ke Besiktas pada musim 2022-23, sebelum pada 2024 ia meninggalkan Everton.

Alli sempat berhenti bermain sepak bola selama setengah tahun, karena masalah kesehatan mental. Namun, pada Januari 2025 ia bergabung dengan klub Serie A, Como 1907 dan baru bermain sekali.

Itu tadi sobat INDOZONE, ulasan terkait 5 wonderkid yang kariernya meredup sebelum mencapai usia emas. Menurut, kalian siapa wonderkid yang kariernya cukup memprihatinkan?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Transfermarkt

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU