Disingkirkan Al-Hilal, Guardiola Akui Manchester City Butuh Istirahat dan Fokus ke Musim Depan
INDOZONE.ID - Manajer Manchester City, Pep Guardiola, langsung mengalihkan fokus ke musim depan setelah timnya secara mengejutkan dikalahkan oleh Al-Hilal di Piala Dunia Antarklub 2025.
City harus mengakui keunggulan klub asal Arab Saudi tersebut dengan skor tipis 3-4 melalui babak perpanjangan waktu.
Pertandingan berlangsung sengit di Camping World Stadium, Orlando, dan hasil ini membuat City harus tersingkir lebih awal, tepatnya di babak 16 besar.
Awal Menjanjikan Akhir Mengecewakan
Manchester City langsung tampil mendominasi sejak awal pertandingan. Bernardo Silva membuka keunggulan pada menit ke-9 yang sempat memberi harapan bagi pendukung The Citizens.
Namun, Al-Hilal bereaksi cepat melalui gol balasan dari Marcos Leonardo serta Malcom yang membuat City tertinggal.
Baca juga: Kalahkan Manchester City 4-3, Al Hilal Melaju ke Perempat Final Piala Dunia Antarklub 2025
Erling Haaland kemudian menyamakan kedudukan dan memaksa pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu.
Ketegangan memuncak saat Kalidou Koulibaly kembali membawa Al-Hilal unggul, sebelum Phil Foden menyeimbangkan skor.
Tapi momen kemenangan Al-Hilal datang di menit ke-112, ketika Leonardo mencetak gol keduanya yang menggagalkan ambisi City melangkah lebih jauh.
Guardiola Akui Kelemahan Manchester City
Usai pertandingan, Guardiola menyampaikan bahwa para pemain Manchester City telah bermain dengan penuh semangat dan kondisi yang baik.
Menurutnya, para pemain tampil maksimal dan menunjukkan etos kerja luar biasa sepanjang persiapan hingga pertandingan.
Namun, Guardiola tak menampik bahwa pertandingan berjalan sangat ketat dan penuh tekanan. Ia menilai City terlalu terbuka dalam bertahan, sehingga kerap kesulitan menghadapi serangan balik cepat dari Al-Hilal.
Selain itu, penampilan luar biasa dari kiper Al-Hilal, Yassine Bounou menjadi penghalang utama bagi upaya City mencetak lebih banyak gol.
“Saya sangat menghargai kerja keras para pemain, baik saat latihan maupun pertandingan. Namun ini laga yang sulit, selisihnya sangat tipis. Kami menciptakan banyak peluang, tetapi kiper mereka, Bounou, tampil luar biasa.”
Guardiola juga mengungkapkan bahwa Piala Dunia Antarklub ini sangat spesial karena hanya berlangsung empat tahun sekali.
Namun setelah kegagalan ini, ia memilih untuk fokus pada pemulihan dan persiapan tim menuju musim depan .
“Kami ingin melaju lebih jauh karena turnamen ini hanya digelar setiap empat tahun sekali. Tapi sekarang saatnya kami pulang, beristirahat, dan menyiapkan diri untuk musim yang baru.”
Inzaghi: "Guardiola Adalah Pelatih Terbaik di Dunia"
Sebelum pertandingan, City dijagokan untuk menang dan melaju ke perempat final menghadapi Fluminense lawan yang mereka kalahkan 4-0 di final edisi 2023. Namun, realita berkata lain. Al-Hilal bermain lebih efektif.
Simone Inzaghi, pelatih Al-Hilal, menyebut bahwa keberhasilan timnya adalah buah dari semangat dan determinasi tinggi pemainnya.
Ia menyamakan perjuangan timnya dengan mendaki Gunung Everest tanpa oksigen, mengingat kualitas Manchester City sebagai salah satu tim terbaik dunia.
Baca juga: Usai Gagal di Final Liga Champions, Simone Inzaghi Putuskan Hengkang dari Inter Milan
“Kami sadar Manchester City adalah tim luar biasa. Untuk mengalahkan mereka, ibarat mendaki Gunung Everest tanpa oksigen. Tapi malam ini kami berhasil melakukannya.”
Inzaghi juga memuji Guardiola sebagai pelatih terbaik dunia, namun menegaskan bahwa kemenangan ini layak diraih Al-Hilal karena mereka bermain dengan sepenuh hati.
“Guardiola adalah pelatih terbaik di dunia, namun kami bermain dengan hati dan layak meraih kemenangan ini.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Independent UK