Selasa, 08 JULI 2025 • 13:20 WIB

Jadwal Terlalu Padat, Real Madrid Minta La Liga Ganti Tanggal Laga Pembuka Musim 2025/2026

Author

Presiden Real Madrid, Florentino Perez

INDOZONE.ID - Real Madrid secara resmi mengajukan permohonan kepada La Liga untuk menjadwal ulang laga pembuka musim 2025/2026 melawan Osasuna.

Real Madrid menilai, jadwal yang ditetapkan terlalu mepet dengan partisipasi mereka di Piala Dunia Antarklub yang berpotensi membahayakan kondisi fisik para pemain.

Dalam surat resmi yang dikirimkan ke Presiden La Liga, Javier Tebas, Madrid meminta agar pertandingan yang sedianya digelar pada 19 Agustus, dipindah ke 29 Oktober.

Permintaan itu mengacu pada kalender putaran pertama Copa del Rey. Di mana, baik Real Madrid maupun Osasuna tidak ambil bagian, sehingga dinilai sebagai solusi yang realistis.

Baca juga: Panen Kritik, Presiden La Liga Minta FIFA Hapus Piala Dunia Antarklub

Osasuna dan RFEF Sepakat Ganti Tanggal

Mengutip laporan Cadena SER, Real Madrid menyebutkan, Osasuna dan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) telah menyetujui penjadwalan ulang tersebut.

Ini menjadi poin penting yang memperkuat argumen Real Madrid di tengah keraguan pihak La Liga.

Meski demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan Javier Tebas. Hingga kini, Presiden La Liga itu dikabarkan belum sepenuhnya menerima usulan tersebut.

Namun dengan adanya lampu hijau dari pihak Osasuna dan RFEF, tekanan terhadap La Liga semakin besar.

Baca juga: Real Madrid Pertimbangkan Hengkang dari La Liga Buntut Konflik dengan Javier Tebas

Real Madrid juga menyinggung diskusi sebelumnya dengan Tebas, di mana opsi penundaan sempat dibuka jika situasi mengharuskannya.

Kini, menurut Real Madrid, situasinya bukan lagi kemungkinan, tapi kebutuhan nyata yang menyangkut kebugaran dan keselamatan fisik para pemain.

Real Madrid Tidak Mau Ada Risiko Cedera

Jude Bellingham bermain dengan kondisi cedera bahu di Piala Dunia Antarklub bersama Real Madrid. (REUTERS/Susana Vera)

Asosiasi Pesepak Bola Spanyol (AFE) sebelumnya sudah menyerukan pentingnya waktu istirahat bagi para pemain yang ambil bagian di Piala Dunia Antarklub.

Minimal enam minggu istirahat dan pramusim dianggap sebagai standar ideal untuk menjaga kebugaran dan menghindari cedera.

Real Madrid yang kemungkinan bisa melewati semifinal Piala Dunia Antarklub melawan Paris Saint-Germain dan melaju ke final, menilai jadwal saat ini terlalu padat dan memaksa.

Baca juga: Jika Juara Piala Dunia Antarklub 2025, Seluruh Pemain Real Madrid Akan Dapat Bonus Rp19 miliar

Jika tetap dipaksa tampil pada 19 Agustus, maka periode pemulihan fisik para pemain tidak akan tercapai.

Kondisi itu bisa memperbesar risiko cedera, menurunkan performa tim, dan berpotensi merugikan kompetisi itu sendiri.

Karena itu, Real Madrid menilai penjadwalan ulang bukan hanya adil untuk mereka, tetapi juga untuk kualitas pertandingan La Liga musim depan.

Masalah Baru Jika Laga Diundur ke Akhir Oktober

Presiden La Liga, Javier Tebas. (REUTERS/Paul Hanna)

Namun, jadwal baru yang diusulkan juga bukan tanpa konsekuensi. Jika pertandingan Real Madrid vs Osasuna digeser ke 29 Oktober, pertandingan itu akan berlangsung hanya tiga hari setelah El Clasico pertama musim ini melawan Barcelona.

Beberapa hari setelahnya, Real Madrid juga harus meladeni Valencia di La Liga.

Baca juga: Dikecam Banyak Pihak, Javier Tebas Akhirnya Minta Maaf kepada Vinicius

Dengan kata lain, Real Madrid berpotensi menjalani tiga laga besar dalam rentang waktu hanya 10 hari. Ini bisa menjadi periode paling intens dalam kalender Real Madrid musim depan.

Meski begitu, klub tetap menganggap solusi ini lebih masuk akal dibanding memaksakan tampil saat kondisi fisik pemain belum pulih sepenuhnya. Hingga kini, belum ada keputusan resmi dari La Liga terkait permintaan tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Cadena SER

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU