Sabtu, 09 AGUSTUS 2025 • 13:15 WIB

Premier League Takkan Gunakan Ban Kapten Pelangi Lagi Usai Akhiri Kerja Sama dengan Organisasi Pendukung LGBT

Author

Ban Kapten Virgil Van Dijk di Liverpool. (REUTERS/Phil Noble)

INDOZONE.ID - Premier League resmi menghentikan kerja sama dengan organisasi pendukung LGBT, Stonewall, yang dikenal dengan kampanye Rainbow Laces sejak 2013.

Keputusan ini berarti penggunaan ban kapten bermotif pelangi tidak lagi menjadi bagian dari pertandingan di Premier League.

Penghentian kerja sama ini beriringan dengan rencana Premier League untuk meluncurkan kampanye inklusi LGBTQ+ versi mereka sendiri.

Program tersebut dijadwalkan meluncur pada Februari mendatang, bertepatan dengan bulan perayaan LGBTQ+.

Pertemuan Kapten Klub Sepakati Aturan Baru

Kesepakatan soal perubahan ini diambil dalam pertemuan para kapten dari 20 klub Premier League pada Kamis (7/8/2025).

Selain itu, mereka juga sepakat untuk tetap melakukan aksi berlutut musim ini sebagai simbol melawan diskriminasi di sepak bola.

Menurut sumber internal liga, kampanye inklusi versi Premier League akan dirancang melalui konsultasi dengan klub, kelompok pendukung, serta pihak-pihak terkait lainnya.

Baca juga: Stay Halal! Manchester United Batalkan Rencana Pakai Jaket Pro LGBTQ karena Noussair Mazraoui Menolaknya

Edukasi soal keberagaman dan penerimaan juga akan dimasukkan dalam program liga, sehingga pesan inklusi tetap tersampaikan tanpa mengandalkan simbol pada ban kapten.

Keputusan ini juga menjadikan Premier League sebagai organisasi besar terbaru yang memutuskan hubungan dengan Stonewall.

Hal tersebut diambil di tengah perdebatan soal ideologi gender yang semakin ramai setelah Mahkamah Agung Inggris tahun ini memutuskan definisi hukum perempuan di bawah Undang-Undang Kesetaraan.

Kontroversi Ban Kapten Pelangi

Ban Kapten Marc Guehi di Crystal Palace dengan tulisan "I Love Jesus". (REUTERS PHOTO)

Larangan penggunaan ban kapten pelangi ini muncul delapan bulan setelah insiden yang melibatkan kapten Crystal Palace, Marc Guehi.

Pemain berusia 24 tahun itu, yang dikenal sebagai penganut Kristen taat, sempat menuliskan pesan “I Love Jesus” dan “Jesus Love You” di ban kapten yang ia kenakan dalam beberapa laga.

Tindakan tersebut dinilai melanggar aturan seragam FA, sehingga ia mendapat peringatan dari Premier League.

Baca juga: Marc Guehi Terancam Hukuman FA karena Tulis 'Aku Cinta Yesus' di Ban Kapten Pelangi

Kasus serupa terjadi pada kapten Ipswich Town, Sam Morsy, yang beragama Islam. Morsy menolak mengenakan ban kapten pelangi pada periode yang sama, namun ia tidak menerima peringatan seperti Guehi.

Hal ini memicu tuduhan adanya standar ganda dalam penerapan aturan FA.

Mulai musim ini, para kapten klub sepakat bahwa ban kapten hanya akan menampilkan logo Premier League, tanpa mempromosikan kampanye atau pesan tertentu.

Baca juga: Muslim Taat, Kapten Ipswich Town Sam Morsy Tolak Pakai Ban Kapten Pelangi

“Rainbow Laces telah membantu meningkatkan inklusi, penerimaan, dan partisipasi LGBTQ+ dalam olahraga, baik di kalangan pemain, peserta, maupun penggemar,” kata juru bicara Stonewall.

Ia menambahkan, meski masih sedikit pemain elit yang berani terbuka sebagai LGBTQ+, saat ini sudah ada sejumlah panutan.

Di tingkat akar rumput, partisipasi menjadi lebih mudah, dan di tribun stadion, komunitas LGBTQ+ semakin merasa diterima.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: The Telegraph

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU