Rabu, 10 SEPTEMBER 2025 • 13:30 WIB

Kenapa Oscar Piastri 'Manut' Ketika Disuruh Team Order di Monza? Begini Kata Pakar F1!

Author

Pembalap muda asal Australia, Oscar Piastri, telah menentukan target ambisius untuk musim Formula 1 tahun 2025. (Motorsport)

INDOZONE.ID - Bayangin, lagi seru-serunya ngejar gelar juara dunia F1, tiba-tiba dari radio tim kamu disuruh ngalah buat rekan setim yang notabene rival terberatmu. Nyesek nggak, tuh? Inilah dilema yang dihadapi pembalap McLaren, Oscar Piastri, di Grand Prix Italia akhir pekan lalu.

Di tengah balapan, Piastri secara mengejutkan berada di depan Lando Norris. Tapi, alih-alih mempertahankan posisi, ia justru manut ketika McLaren mengeluarkan team order untuk mempersilakan Norris lewat. Keputusan ini bikin banyak fans bertanya-tanya, kenapa dia rela kehilangan poin krusial?

Ternyata, menurut pakar F1 Peter Windsor, keputusan Piastri itu justru sangat cerdas. Ada alasan strategis di baliknya. Penasaran?

Sebelum masuk ke analisis, kita bedah dulu kronologinya. Sepanjang balapan, Lando Norris konsisten berada di depan Oscar Piastri. Namun, semua berubah saat sesi pit stop.

Baca juga: Oscar Piastri Dipuji Sang Juara Dunia Berkat Penampilan Solid 3 Musim Berseragam McLaren

Secara nggak biasa, McLaren memutuskan memanggil Piastri masuk pit lebih dulu. Giliran Norris yang masuk beberapa lap kemudian, pit stop-nya malah lemot parah gara-gara ada masalah saat memasang ban kiri depan.

Plot twist-nya, Norris keluar dari pit tepat di belakang Piastri. Melihat pembalap andalan mereka untuk gelar juara dunia tertahan, McLaren langsung mengeluarkan jurus pamungkas: team order. Piastri diminta untuk memberikan posisi kedua kepada Norris.

Tanpa perlawanan berarti, Piastri menuruti perintah tersebut. Ia melambatkan laju mobilnya dan membiarkan Norris menyalip. Akibatnya, Piastri harus puas finis di posisi ketiga dan kehilangan tiga poin berharga dalam pertarungannya melawan Norris di puncak klasemen.

Banyak yang heran, kenapa Piastri yang punya kecepatan nggak mencoba mempertahankan posisinya? Bukankah setiap poin sangat penting dalam perebutan gelar? Di sinilah analisis dari Peter Windsor, mantan manajer Williams era 80-an, menjadi menarik.

Oscar Piastri saat balapan di GP Jepang. (SHUJI KAJIYAMA)

Menurut Windsor, Piastri mengambil langkah yang bijak dengan menuruti perintah tim. Kuncinya ada pada konteks pertarungan mereka saat itu.

“Perbedaan besarnya adalah, ini bukan untuk posisi terdepan (kemenangan),” kata Windsor di kanal YouTube Cameron CC.

Baca juga: Oscar Piastri Akan Punya Tribun Khusus di GP Australia 2026

Windsor menjelaskan bahwa jika situasinya adalah perebutan posisi pertama, ceritanya akan sangat berbeda. Ia memberikan sebuah skenario untuk memperjelas maksudnya.

“Coba bayangkan, jika Lando Norris memimpin balapan sejak Lap 1 dan Oscar (Piastri) di belakangnya, lalu insiden pit stop ini terjadi. Kemudian tim bilang, ‘Oscar, tolong melambat dan berikan kemenangan ini untuk Lando (Norris),’" ujar Windsor.

“Menurutmu apa yang akan dikatakan Oscar (Piastri)? Tepat sekali. Nggak bakal dikasih sama sekali.”

Karena pertarungan saat itu hanyalah untuk posisi kedua dan ketiga, Windsor menilai Piastri berpikir secara jangka panjang.

“Karena itu cuma P2/P3, siapa yang benar-benar peduli? Itu bukan kemenangan,” tutupnya.

Jadi, keputusan Piastri untuk manut bukanlah tanda kelemahan, melainkan sebuah kalkulasi cerdas. Ia memilih menjadi team player untuk menjaga harmoni tim, karena pertarungan itu tidak sepadan dengan risiko menciptakan konflik internal. Tapi jika kemenangan sudah di depan mata, jangan harap ia akan mengalah semudah itu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube/Cameron CC

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU