Eric Cantona Sindir soal Standar Ganda FIFA dan UEFA: Rusia Dilarang Main, Israel Tetap Bisa Bertanding
INDOZONE.ID - Eric Cantona memang dikenal sebagai bintang sepakbola ikonik di era 90an, yang mana namanya bersinar saat ia memperkuat Manchester United di periode 1992-1997 lalu.
Cantona semasa berkarier sebagai pesepakbola memang dikenal sebagai salah satu pemain yang nyentrik. Bahkan, momen ikoniknya adalah tendangan kungfunya ke penggemar Crystal Palace pada tahun 1995 lalu.
Eric Cantona memang tidak hanya dikenal sebagai legenda sepak bola saja, tetapi ia juga dikenal sebagai sosok yang vokal terhadap masalah kemanusiaan, salah satunya adalah menyoroti aksi genosida warga Gaza yang dilakukan oleh tentara zionis Israel.
Tak ayal, dalam acara konser amal Together 4 Palestine yang digelar di OVO Arena Wembley, London, Inggris pada Rabu (17/9/2025) malam waktu setempat, legenda Manchester United Eric Cantona juga turut hadir dalam acara tersebut.
Baca juga: Erick Thohir Jadi Menpora, Presiden FIFA Beri Selamat
Di acara tersebut, Cantona berdiri di panggung bersama mantan pemain Timnas Palestina, Mahmoud Sarsak yang dulunya pernah di jebloskan di penjara oleh tentara Israel. Di acara tersebut, dua mantan pesepak bola itu menyampaikan pesan yang cukup menyentuh dan bikin ramai seluruh arena.
Bahkan dalam pidatonya, Eric Cantona memberikan sindiran menohok soal standar ganda FIFA, yang mana ia juga menyinggung soal perang Rusia-Ukraina, yang mana FIFA dan UEFA langsung menjatuhkan banned ke Rusia untuk tidak memperbolehkan mereka untuk bermain di Piala Dunia ataupun semua kompetisi di bawah naungan UEFA, mulai dari Liga Champions hingga Piala Eropa.
"4 hari setelah Rusia memulai perang dengan Ukraina, FIFA dan UEFA langsung memberi larangan ke Rusia. Kini kita sudah menyaksikan kejahatan genoside selama 716 hari, namun Israel masih diizinkan berpartisipasi," ujar Eric Cantona dalam pidatonya yang dikutip dari akun Instagram pribadinya pada Kamis (18/9/2025).
Lebih lanjut, Cantona menegaskan bahwa FIFA dan UEFA harus melarang Israel berpartisipasi di panggung internasional, terutama Piala Dunia. Tak hanya itu, Cantona juga minta seluruh klub di Eropa untuk menolak melawan tim dari Israel.
Baca juga: Gianluigi Donnarumma soal Keputusannya Gabung Manchester City: Itu Keinginan Saya!
"Mengapa standar ganda? FIFA dan UEFA harus melarang Israel, saya tahu sepak bola Internasional lebih dari sekedar olahraga. Ini budaya, ini politik, ini soft power. Faktanya adalah suatu negara mewakili dirinya di panggung global," ujar mantan pemain berusia 59 tahun itu melanjutkan.
"Klub dimana-mana harus menolak melawan tim Israel, para pemain dimana-mana harus menolak melawan Israel. Kita ingat apartheid di Afrika Selatan, boikot olahraga sangat penting dalam apartheid di Afrika Selatan. Jadi kita adalah kekuatan, anda adalah kekuatan dan penggemar sepak bola di seluruh dunia adalah kekuatan," tutur mantan pemain Timnas Prancis itu menambahkan.
Eric Cantona sendiri pensiun dari dunia sepak bola pada tahun 1997 lalu. Tapi, selepas pensiun Cantona memang dikenal sebagai sosok publik figur yang paling lantang menyurakan isu kemanusiaan. Tentunya, kehadiran mantan pemain Leeds United itu di acara "Together 4 Palestine" tidak hanya sekedar simbolis saja, tetapi juga meminta semua federasi sepak bola di Eropa untuk melawan standar ganda dalam sepak bola Internasional.
Sedikit informasi, konser amal Together 4 Palestine ini digagas oleh musisi senior Brian Eno, dan line-up dalam acara tersebut pun juga dihadiri oleh vokalis Blur, Damon Albarn, James Blake, Jamie xx, dan masih banyak lagi. Menariknya, acara tersebut juga disiarkan melalui streaming di seluruh dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram @ericcantona