Kamis, 25 SEPTEMBER 2025 • 20:05 WIB

Sering Gonta-Ganti Posisi, Amad Diallo Kesulitan Beradaptasi dengan Formasi 3-4-3 Ruben Amorim

Author

Amad Diallo saat bermain di Manchester United. (REUTERS/Phil Noble)

INDOZONE.ID - Legenda Manchester United, Lee Sharpe, menilai Amad Diallo kesulitan beradaptasi dengan arahan pelatih Ruben Amorim.

Menurutnya, permainan sang winger terganggu karena sering dipindahkan ke beberapa posisi berbeda sepanjang musim ini.

Amad sebenarnya sempat tampil impresif pada paruh pertama musim lalu, dan menjadi salah satu pemain terbaik Manchester United.

Namun, cedera pergelangan kaki yang dialaminya pada Februari 2025, membuat performanya menurun drastis. Sejak pulih, ia belum bisa kembali ke level terbaik.

Perubahan Posisi Tak Membawa Hasil

Dalam beberapa pekan terakhir, Ruben Amorim mencoba memainkan Amad di berbagai posisi. Ia sempat ditempatkan sebagai winger, wing-back, hingga gelandang serang (No. 10) dalam skema 3-4-3.

Sayangnya, rotasi tersebut belum memberi dampak positif. Dari enam penampilan di semua kompetisi musim ini, Amad masih belum mencatatkan gol maupun assist.

Baca juga: Manchester United Bisa Lebih Tajam jika Amad Diallo Diturunkan sebagai Starter

Pemain berusia 23 tahun itu kini ditunggu laga penting saat Manchester United menghadapi Brentford di Premier League pada Sabtu (27/9/2025).

Pertandingan tersebut bisa menjadi pembuktian bagi Amad, terlebih lawannya sedang berada dalam tren negatif.

Kritik dari Lee Sharpe

Dalam dua pertandingan terakhir, Amorim menurunkan Amad bersama Bryan Mbeumo di belakang Benjamin Sesko.

Formasi itu sukses ketika United menaklukkan Chelsea, sehingga kemungkinan besar akan kembali dipakai.

Namun, Lee Sharpe menilai keputusan Amorim tersebut justru tidak menguntungkan bagi Amad. Menurut mantan winger Manchester United itu, posisi terbaik Amad tetaplah di sayap kanan.

Baca juga: Meski Bersinar di Barcelona, Cara Marcus Rashford Pergi dari Manchester United Dianggap Memalukan

“Ketika Anda seorang winger lalu dipaksa bermain sebagai wing-back, Anda harus bertahan dari sudut lapangan sendiri. Itu jelas menguras tenaga," ujar Sharpe.

"Padahal, Amad adalah salah satu pemain terbaik United di lini depan musim lalu sebelum cedera,” lanjutnya.

Sharpe menambahkan, perpindahan posisi yang terlalu sering membuat permainan Amad kehilangan konsistensi.

Hal itu dianggapnya merugikan pemain Timnas Pantai Gading tersebut yang lebih nyaman beroperasi di area serangan.

Potensi Amad Terbuang

Amad Diallo saat bermain di Manchester United. (Action Images via Reuters/Jason Cairnduff)

Menurut Sharpe, Amad seharusnya diberi kebebasan untuk bermain di sepertiga akhir lapangan, di mana ia bisa memaksimalkan kecepatan, dan kelihaiannya melewati lawan.

Ia menilai kemampuan kerja keras Amad tidak perlu diragukan, namun menempatkannya sebagai wing-back justru membatasi kontribusinya.

Baca juga: Ruben Amorim Peringatkan Semua Pemain Manchester United Agar Tidak Cepat Puas dan Harus Konsisten

“Kerja kerasnya luar biasa, itu bukan masalah. Tapi tempat terbaiknya adalah di lini depan, melewati lawan dan memberikan ancaman," kata Sharpe.

"Jika dimainkan sebagai wing-back, ia kehilangan kesempatan untuk melakukannya sesering yang seharusnya,” tambahnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Metro UK

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU