Kenalan dengan Maple, Zayu, dan Clutch: Maskot Resmi Piala Dunia 2026 yang Penuh Warna!
INDOZONE.ID - Delapan bulan menjelang pelaksanaan Piala Dunia 2026, FIFA selaku penyelenggara resmi memperkenalkan Maple, Zayu, dan Clutch sebagai maskot.
Ketiga maskot tersebut merupakan representasi dari masing-masing negara yang menjadi tuan rumah penyelenggara, Maple sang rusa dari Kanada, Zayu sang jaguar dari Meksiko, dan Clutch si Elang dari Amerika Serikat.
Ketiga maskot tersebut akan meramaikan penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang mendekatkan permainan sepakbola dengan budaya lokal.
Maple, Zayu,dan Clutch mencerminkan budaya, semangat, dan warisan negara masing-masing yang melambangkan persatuan, keragaman, dan hasrat bersama untuk permainan yang indah.
Presiden FIFA Gianni Infantino menyambut maskot Piala Dunia 2026 sebagai sesuatu yang penting dan luar biasa menggambarkan kegembiraan, energi dan semangat kebersamaan seperti Piala Dunia itu sendiri.
“Tiga maskot ini (Maple, Zayu, dan Clutch) sangat penting untuk membuat suasana menjadi luar biasa dan menghibur untuk Piala Dunia 2026. Ketiga maskot ini akan memenangkan hati masyarakat Amerika Utara dan global,” ungkap Infantino.
Berikut ini penjelasan selengkapnya dari ketiga maskot di Piala Dunia 2026:
1. Maple
Maple Sang Rusa dari Kanada, maskot Piala Dunia 2026 (fifa.com)
Maple yang merupakan rusa yang menjadi simbol Kanada terlahir untuk menjelajah dan berkelana untuk saling terhubung dan merangkul berbagai kekayaan budaya di negara tersebut.
Maple adalah seniman yang menyukai gaya jalanan, penggemar musik, dan juga penjaga gawang yang penuh dedikasi.
Baca juga: Casemiro Siap Tinggalkan Manchester United Usai Piala Dunia 2026
Maple menemukan tujuannya dengan kreativitas, ketahanan, dan individualitas tanpa kompromi.
Bakat melakukan penyelamatan legendaris dengan hati dan kekuatan dan kepemimpinan penuh, membuat Maple mengkombinasikan kisah tanpa henti dan pesona yang tidak terbendung.
2. Zayu
Zayu yang merupakan jaguar dari hutan Selatan Meksiko melambangkan warisan kekayaan dan semangat hidup dan semarak di Meksiko.
Zayu terinspirasi dari persatuan, kekuatan, dan kebahagiaan. Zayu berubah di lapangan sebagai penyerang yang memperlihatkan kecerdasan dan kelincahan luar biasa yang ditakuti oleh para bek lawan.
Sementara di luar lapangan, Zayu merangkul budaya meksiko melalui tarian, makanan, dan tradisi yang menyatukan orang-orang di seluruh perbatasan dengan semangat.
Bukan sekadar seorang atlet, Zayu adalah simbol perayaan dan koneksi budaya, membawa hati meksiko dengan bangga.
3. Clutch
Clutch yang merupakan elang botak punya yang dahaga tidak terpuaskan selama petualangan.
Ia terbang dari seluruh Amerika serikat untuk merangkul setiap budaya, permainan, dan momen dengan rasa ingin tahu dan optimisme tanpa batas.
Baca juga: Tidak Takut Bersaing, Federico Chiesa Ungkap Perjuangan dan Tekadnya di Liverpool
Clutch dikenal tidak memiliki rasa takut di lapangan dan membangkitkan semangat di luar lapangan.
Clutch memimpin dengan tindakan yang menggerakkan rekan tim, mengangkat semangat, dan mengubah setiap tantangan menjadi kesempatan untuk naik ke kasta yang lebih tinggi.
Clutch sebagai percikan sosial dan penggemar olahraga diibaratkan sebagai gelandang hebat yang bisa menyatukan orang dimanapun mereka berada, membuktikan bahwa penerbangan sejati tentang tujuan, gairah, dan permainan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Fifa.com