INDOZONE.ID - Ruben Amorim menegaskan bahwa para pemain Manchester United menunjukkan dukungan penuh terhadap dirinya, meski tengah berada di bawah tekanan.
Hal ini terlihat jelas setelah timnya berhasil mengalahkan Sunderland 2-0 di Old Trafford pada Sabtu (4/10/2025).
Kemenangan ini menjadi momen kebangkitan bagi pelatih asal Portugal itu untuk membuktikan bahwa dukungan pemain terhadapnya.
Baca juga: Meski di Bawah Tekanan, Ruben Amorim Tegaskan Tidak Akan Mengundurkan Diri sebagai Pelatih MU
Rekam Jejak Awal Musim Amorim
Sebelum menghadapi Sunderland, Amorim tercatat memimpin sembilan kemenangan dari 33 pertandingan Premier League sejak ia mengambil alih Manchester United pada November 2024.
Meski begitu, awal musim yang kurang memuaskan membuat sebagian pendukung mulai mempertanyakan posisinya.
Situasi ini menambah tekanan bagi Amorim untuk membuktikan kemampuan dalam menghadapi laga-laga sulit.
Baca juga: Demi Kebaikan Bersama, Manchester United Harus Segera Pecat Ruben Amorim
Kemenangan Penting Melawan Sunderland
Saat melawan Sunderland, para pendukung kembali menyanyikan nama Amorim, memberikan semangat untuk para pemain.
Gol-gol dari Mason Mount dan Benjamin Sesko memastikan kemenangan bagi United, sekaligus membawa mereka sementara berada di peringkat kedelapan klasemen Premier League.
“Saya melihat hari ini bahwa para pemain ingin memberikan yang terbaik. Mereka tidak ingin mengganti pelatih,” ujar Amorim.
Sejak awal pekan, Amorim menekankan kepada pemain bahwa ia akan berjuang sekuat tenaga di setiap momen sulit, dan para pemain perlu membuktikan hal itu melalui aksi mereka di lapangan.
Ia menambahkan bahwa kadang-kadang tim masih bisa tampil lebih baik, dan hal tersebut harus terlihat saat pertandingan.
Baca juga: Wayne Rooney: Para Pemain Tidak Layak Gunakan Jersey Manchester United
Ujian Selanjutnya
Setelah kemenangan melawan Sunderland, ujian selanjutnya bagi Amorim adalah jeda internasional yang membuat tim harus menunggu lebih dari dua minggu sebelum menghadapi Liverpool di Anfield.
Pelatih asal Portugal itu mengakui bahwa jeda ini membuat momentum tim sulit dipertahankan.
Saat menang satu pertandingan, frustrasi bisa muncul karena tim tidak selalu bisa mempertahankan performa konsisten, baik saat bermain kandang maupun tandang.
“Seperti yang saya katakan kepada pemain selama seminggu ini, ‘Saya akan berjuang sekuat tenaga di setiap momen sulit’. Para pemain harus membuktikannya melalui aksi mereka di lapangan,” kata Amorim.
Baca juga: Didukung Sir Jim Ratcliffe, Ruben Amorim Tidak Takut Dipecat Manchester United
Paksa Lawan Bermain Buruk!
Amorim menekankan bahwa jika tim tidak bisa bermain dengan baik, mereka harus bisa menghentikan lawan untuk bermain baik.
Menurutnya, itulah ciri tim besar yang bisa menjaga konsistensi sepanjang musim dan menjadi tantangan besar bagi Manchester United.
“Kalau kita tidak bisa bermain baik, kita harus menghentikan lawan bermain baik. Itulah cara tim besar menjaga konsistensi sepanjang musim. Inilah yang membuat frustrasi, tapi juga menjadi tantangan besar,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Manchester Evening News