Donald Trump Umumkan Prioritas Visa untuk Pemilik Tiket Piala Dunia 2026: Akses Masuk AS Kini Lebih Mudah
INDOZONE.ID - Pemerintah Amerika Serikat memastikan akses yang lebih mudah bagi wisatawan asing yang ingin menonton Piala Dunia FIFA 2026.
Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa pemilik tiket Piala Dunia 2026 dapat prioritas janji temu visa, sebuah kebijakan baru yang dirancang untuk mempercepat proses masuk ke AS menjelang ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.
Dalam konferensi pers di Oval Office, Trump menyatakan bahwa pemerintahannya sedang menyiapkan sistem penjadwalan khusus bagi para penggemar sepak bola yang sudah mengantongi tiket pertandingan.
Baca juga: Jeremy Doku: Timnas Belgia Tidak Tampil Meyakinkan di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah besar pemerintah untuk memastikan penyelenggaraan Piala Dunia 2026 berjalan lancar dan memberikan dampak ekonomi maksimal.
“Saya telah mengarahkan seluruh jajaran untuk melakukan apa pun yang mereka bisa agar Piala Dunia 2026 menjadi kesuksesan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” jelas Trump.
Ia menambahkan bahwa gelaran ini diprediksi menyumbang hingga US$30 miliar bagi ekonomi Amerika Serikat dan membuka sekitar 200.000 lapangan kerja baru.
Baca juga: Portugal Pesta Gol Lawan Armenia, Cristiano Ronaldo Dipastikan Tampil di Piala Dunia 2026!
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menegaskan bahwa meskipun ada kebijakan visa Amerika Piala Dunia 2026 yang memberikan prioritas janji temu, proses pemeriksaan keamanan tetap dilakukan secara ketat.
Rubio menjelaskan bahwa departemennya telah menambah 400 pejabat konsuler untuk menangani peningkatan permintaan visa dari berbagai negara.
Penambahan ini dilakukan agar proses janji temu visa cepat untuk Piala Dunia dapat berjalan lancar tanpa mengabaikan standar keamanan.
Dengan sistem prioritas ini, para penggemar yang ingin menyaksikan 104 pertandingan yang digelar di berbagai kota di AS diharapkan dapat mengurus perjalanan mereka dengan lebih mudah dan cepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Washington Post