INDOZONE.ID - Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, mengapresiasi kesuksesan penyelenggaraan Borobudur Marathon, yang kini berada di level dunia dengan berlabel Elite World Athletics, pada Minggu, 16 November 2025, di area Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Karena itu, Erick mendorong kota-kota lain untuk mengikuti kesuksesan ini dengan menyelenggarakan event-event berkelas dunia.
"Kalau pemerintah bisa mendukung event-event besar ini saya terbuka, saya juga lagi belajar bagaimana marathon ini bisa kita dorong, kita pelajari, kita akan komitmen kota punya event dunia," kata Erick Thohir dikutip dari Antara, Rabu (19/11/2025).
Menurutnya, Borobudur Marathon menjadi contoh nyata bentuk sport tourism, karena memberi dampak nyata bagi perekonomian masyarakat.
Diikuti 11.500 pelari dari 38 negara, perhelatan ini melibatkan partisipasi puluhan pelaku UMKM. Selain itu, masyarakat sekitar juga terdampak, salah satunya dengan menyewakan rumah-rumah mereka.
Baca juga: Borobudur Marathon Naik Kelas, Jawa Tengah Bidik Ikon Marathon Dunia
"Secara ekonomi sport tourism yang kita lihat dampaknya kurang lebih Rp74 miliar ekonomi impaknya para pemilik rumah di sini tersewa, harganya lima kali lipat dari harga biasa," kata Erick.
Race Director Borobudur Marathon 2025, Andreas Kansil mengatakan, status Elite Label dari World Olympic membuat Borobudur Marathon status elite mensyaratkan verifikasi menyeluruh terhadap seluruh aspek penyelenggaraan, termasuk kualitas produk yang disajikan di water station mulai dari kandungan mineral, rasa yang segar, dan sesuai standar keamanan pangan.
"Kami terus memastikan dan menjamin kualitas water station yang dapat memenuhi kebutuhan cairan sesuai standar internasional," kata Andreas.
Terlebih tahun ini Borobudur Marathon menghadirkan rute baru yang memberikan pengalaman berbeda bagi pelari. Meski rute berubah, medan tanjakan legendaris tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari Borobudur Marathon.
Untuk mendukung para pelari menaklukan rute baru dengan tantangan tanjakan yang epik, water station Le Minerale tersebar di sepanjang jalur lomba, 24 titik untuk kategori full marathon, 10 titik untuk half marathon, dan 3 titik untuk kategori 10K.
Medical Doctor Borobudur Marathon 2025, dr. Wawan Budisusilo menambahkan, penempatan water station setiap jarak tertentu ini sangat penting untuk menentukan hydration point di sebuah running event, apalagi event marathon di cuaca yang panas.
"Makin jauh jaraknya, makin tinggi kebutuhan hidrasi dan mineral, sehingga jarak antar water station akan semakin pendek. Yang penting bukan hanya soal cairan, tapi juga penggantian mineral yang hilang melalui keringat. Kita harapkan pelari memanfaatkan asupan mineral ini dengan baik," kata Wawan.
Atas kepercayaan yang diberikan, Head of Public Relation and Digital Le Minerale berterima kasih dan bangga bisa menjadi bagian dari ajang lari berstandar Elite Label World Athletics.
“Kami sangat berterima kasih kembali dipercaya menjadi official mineral water di event Borobudur Marathon. Lewat kandungan mineral alami, Le Minerale ingin memastikan setiap atlet dapat terpenuhi kebutuhan cairan dan mineralnya serta menjaga performanya hingga garis finish,” kata Yuna.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA