INDOZONE.ID - Rivalitas Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi telah menjadi cerita terbaik di sepak bola, selama hampir dua dekade.
Keduanya mendominasi dengan memecahkan rekor demi rekor, dan menginspirasi perdebatan tanpa akhir, tentang siapa yang layak disebut sebagai pemain terbaik sepanjang masa.
Prestasi Ronaldo dan Messi telah menorehkan catatan statistik yang luar biasa.
Keduanya sama-sama berhasil mencetak lebih dari 800 gol untuk klub dan negara. Jika digabungkan, mereka meraih sembilan gelar Liga Champions serta 13 Ballon d’Or.
Pendukung Messi menganggap juara Piala Dunia 2022 menjadi pembeda utama.
Sebaliknya, pendukung Ronaldo menganggap rekor idolanya di berbagai liga top Eropa dengan torehan total 954 gol, serta statusnya sebagai pemain dengan caps terbanyak untuk Timnas Portugal.
Kini, perjalanan panjang mereka itu mendekati garis akhir.
Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi terakhir bagi Ronaldo yang akan berusia 41 tahun, dan Messi akan berusia 39 tahun untuk menutup bab rivalitas paling legendaris dalam sejarah sepak bola.
Piala Dunia 2006
Ronaldo berusia 21 tahun, dan Messi masih 18 tahun ketika keduanya mencetak gol sebagai pemain termuda untuk negara masing-masing pada debut Piala Dunia 2006 di Jerman.
Baca juga: Deco Tepis Kemungkinan Lionel Messi Kembali Bermain untuk Barcelona
Messi tidak bermain saat Argentina kalah dari Jerman lewat adu penalti di perempat final.
Sehari setelah itu, Ronaldo mencetak gol ketika Portugal menyingkirkan Inggris, namun langkah mereka terhenti di semifinal oleh Prancis.
Piala Dunia 2010
Piala Dunia 2010 yang dilaksanakan di Afrika Selatan, Ronaldo hanya mampu mencetak satu gol sebelum Portugal tersingkir di babak 16 besar oleh Spanyol.
Baca juga: Cristiano Ronaldo Dinilai Satu-satunya Pemain yang Pantas Digaji Paling Besar di Saudi Pro League
Messi juga gagal mencetak gol pada turnamen tersebut dan Argentina kembali dihentikan Jerman.
Kritik keras pun muncul di negaranya, terutama dari publik yang menilai performanya lebih baik di Barcelona daripada di Timnas Argentina.
Piala Dunia 2014
Portugal kembali tampil di bawah ekspektasi. Ronaldo yang bermain dengan kondisi cedera lutut, hanya mencetak satu gol dan negaranya gagal lolos dari fase grup.
Sebaliknya, Messi bermain lebih baik dengan mencetak gol di semua laga grup, dan meraih empat penghargaan Pemain Terbaik secara beruntun.
Baca juga: Niat Hati Ingin Pensiun di Barcelona, Lionel Messi Kecewa karena Terpaksa Pindah ke Klub Lain
Namun, Argentina harus puas menjadi runner-up setelah kalah dari Jerman di final, dan penghargaan Bola Emas yang diterima Messi terasa pahit bagi sang kapten.
Dua tahun berikutnya, Argentina kembali kalah dua kali di final Copa America lewat adu penalti melawan Chile.
Messi sempat mengumumkan, pensiun dari Timnas Argentina, tetapi kemudian membatalkan keputusan tersebut.
Piala Dunia 2018
Argentina dan Portugal sama-sama tersingkir di babak 16 besar. Messi hanya mencetak satu gol sebelum Argentina dihentikan Prancis.
Baca juga: Piala Dunia 2026 Jadi yang Terakhir bagi Cristiano Ronaldo? Ini Jawabannya!
Ronaldo memulai turnamen dengan hat-trick ke gawang Spanyol, tetapi gagal mengeksekusi penalti melawan Iran dan Portugal dipaksa pulang setelah kalah dari Uruguay.
Tahun berikutnya, Ronaldo membawa Portugal menjuarai edisi perdana UEFA Nations League, termasuk mencetak hat-trick pada semifinal.
Piala Dunia 2022
Portugal tampil lebih solid, tetapi Ronaldo justru kehilangan tempat utama, dan lebih banyak duduk di bangku cadangan pada babak grup. Mereka pun akhirnya tersingkir di perempat final.
Sementara itu, Messi menjalani turnamen terbaik dalam kariernya bersama Timnas Argentina.
Ia mencetak tujuh gol dari fase grup hingga final, termasuk dua gol ke gawang Prancis dan eksekusi penalti pertama dalam adu penalti.
Baca juga: Joan Laporta: Barcelona akan Bangun Patung Lionel Messi di Camp Nou yang Telah Direnovasi
Messi menjadi pemain pertama dalam sejarah yang mencetak gol di setiap babak grup Piala Dunia, dan akhirnya mengangkat trofi yang paling lama ia idamkan.
Prestasi ini menempatkannya sejajar dengan Diego Maradona menurut publik Argentina.
Banyak yang menganggap, Piala Dunia 2022 merupakan akhir dari perjalanan mereka.
Namun, Messi dan Ronaldo justru terlihat siap untuk satu kesempatan terakhir, sekaligus menutup rivalitas abadi yang telah mewarnai sepak bola selama hampir dua dekade.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters