INDOZONE.ID - Sirkuit Yas Marina di Abu Dhabi akan kembali menjadi saksi momen emosional dan bersejarah bagi keluarga Leclerc pada akhir pekan ini.
Tim kebanggaan Italia, Ferrari, telah mengkonfirmasi bahwa Arthur Leclerc akan kembali bergabung dengan kakaknya, Charles Leclerc, untuk sesi Latihan Bebas 1 (FP1) Grand Prix Abu Dhabi.
Melansir laman resmi F1, Arthur akan mengambil alih kemudi mobil SF-25 milik Lewis Hamilton selama sesi satu jam tersebut.
Ini menciptakan pemandangan unik di mana dua saudara kandung berbagi garasi sebagai rekan setim untuk tim paling ikonik di Formula 1.
Momen ini seolah menjadi deja vu yang manis bagi para Tifosi dan pecinta Formula 1 di seluruh dunia.
Baca juga: Jauh dari Sepak Bola, Mantan Kiper Timnas Prancis ini Kini Jadi Peternak Oyster Setelah Pensiun
Tepat setahun yang lalu, di sesi dan sirkuit yang sama, Leclerc bersaudara mencatatkan sejarah sebagai pasangan kakak-beradik pertama yang berkompetisi bersama sebagai rekan satu tim dalam sesi resmi Formula 1.
Kembalinya Arthur ke kokpit tahun ini bukan hanya sekadar nostalgia, melainkan bagian dari kewajiban regulasi tim untuk menurunkan pembalap rookie di sesi latihan.
Reuni Emosional di Balik Kemudi SF-25
Bagi Arthur, kesempatan untuk kembali memacu mobil Formula 1 bersama sang kakak adalah sebuah keistimewaan yang tidak ternilai.
Menggantikan posisi juara dunia tujuh kali, Lewis Hamilton, tentu memberikan tekanan sekaligus kebanggaan tersendiri bagi pembalap muda berusia 25 tahun itu.
Ferrari sendiri sebelumnya telah menurunkan talenta muda lainnya seperti Dino Beganovic dan Antonio Fuoco di sesi FP1 tahun ini.
Baca juga: Drama Kontrak Vini Jr: Hubungan dengan Xabi Alonso Memanas, Real Madrid Ikut Kena Imbasnya?
Giliran Arthur di seri penutup musim ini melengkapi program pengembangan pembalap muda tim Kuda Jingkrak.
Arthur sendiri bahkan tak bisa menyembunyikan antusiasmenya terkait kesempatan ini.
Ia mengungkapkan betapa spesialnya bisa berbagi lintasan dengan sang kakak, sosok yang selama ini menjadi inspirasi sekaligus mentornya.
Dalam pernyataannya, Arthur mengatakan bahwa dirinya dan Charles sangat senang bisa kembali berkendara bersama di FP1.
Menurutnya, sangat menarik bisa berada di dalam mobil yang posisinya berada tepat di sisi lain garasi dari kakaknya.
Baca juga: Vini Jr Samai Rekor Benzema: Bisa Jadi Raja Assist Muda Real Madrid di Liga Champions?
Atmosfer kekeluargaan ini tentu memberikan warna tersendiri di tengah ketegangan persaingan akhir musim yang biasanya sangat intens.
Jembatan Antara Simulator dan Lintasan Nyata
Meskipun terlihat seperti reuni keluarga yang mengharukan, kehadiran Arthur di lintasan memiliki tujuan teknis yang sangat krusial bagi pengembangan mobil Ferrari.
Setelah berkompetisi di Formula 2 pada musim 2023 silam, Arthur menghabiskan dua musim terakhir sebagai pembalap pengembangan atau Development Driver untuk Ferrari.
Sembari itu, ia juga membalap di ajang lain seperti Italian GT Championship musim 2024, 24 Hours of Daytona di awal 2025, hingga kini berlaga di GT World Challenge Europe Endurance Cup bersama AF Corse.
Peran utamanya adalah bekerja di balik layar, menghabiskan berjam-jam di simulator Maranello untuk membantu tim menemukan setelan mobil terbaik.
Baca juga: Exco PSSI Bicara Soal 2 Calon Pelatih Timnas Indonesia, Ini Hasilnya!
Turun langsung ke lintasan nyata memberikan Arthur kesempatan untuk memvalidasi data yang selama ini ia kerjakan secara virtual.
Ia menjelaskan bahwa dari sudut pandang teknis, mengendarai mobil di lintasan selalu berguna bagi para pembalap yang tugas utamanya mendukung tim melalui simulator.
Hal ini membantunya memberikan umpan balik yang lebih akurat kepada para insinyur.
Tugas utama Arthur di Abu Dhabi nanti mengumpulkan data sebanyak mungkin untuk meningkatkan korelasi antara performa di lintasan dan hasil yang terlihat di simulator Maranello.
Keakuratan data ini sangat vital bagi Ferrari untuk pengembangan mobil di masa depan, terutama menghadapi musim balap musim depan.
Persiapan Fisik Menghadapi G-Force
Mengendarai mobil F1 tentu tak semudah ketika menggunakan mobil sport.
Baca juga: Weston McKennie Tembus Laga ke-200 di Juventus dengan Kemenangan
Pembalap dituntut untuk punya kekuatan fisik ekstra, begitupun dengan Arthur, yang selama karirnya lebih banyak duduk di kokpit mobil sport ketimbang single seater seperti F1.
Ia menyadari bahwa tantangan ini dan telah melakukan persiapan khusus untuk menghadapi gaya gravitasi (G-force) yang ekstrem di Sirkuit Yas Marina.
Ia mengaku fokus utamanya adalah melatih otot leher, bagian tubuh yang paling merasakan dampak G-force saat mobil melesat di tikungan cepat, serta memperbanyak latihan kardio.
Dengan persiapan matang baik secara fisik maupun teknis di simulator, Arthur berharap bisa memperbaiki catatannya dari tahun lalu di mana ia finis di posisi ke-18.
Lebih dari sekadar catatan waktu, kontribusi datanya akan menjadi "oleh-oleh" berharga bagi Ferrari sebelum menutup buku musim 2025.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: F1.com