Rabu, 10 DESEMBER 2025 • 15:30 WIB

Resmi Jadi Juara Dunia 2025: Lando Norris Bongkar Penyesalan Terbesarnya, Apa Itu?

Author

Lando Norris melakukan selebrasi setelah mengunci gelar Juara Dunia F1 2025 usai finish ketiga di GP Abu Dhabi. (REUTERS/Amr Alfiky)

INDOZONE.ID - Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, menjadi saksi sejarah baru pada Minggu (7/12/2025) malam lalu. Lando Norris, pembalap yang memulai debutnya sebagai rookie berwajah polos pada 2019 bersama McLaren, akhirnya menuntaskan misinya.

Finis di posisi ketiga pada balapan penutup musim sudah cukup untuk mengamankan gelar Juara Dunia 2025. Prestasi ini tidak hanya menjadi pencapaian pribadi yang luar biasa, tetapi juga mengakhiri puasa gelar tim McLaren yang telah berlangsung sejak era Lewis Hamilton pada tahun 2008 silam.

Namun, di tengah pesta sampanye dan sorotan kamera yang menyilaukan, Lando Norris justru mengambil momen untuk melihat ke belakang. Bukan hanya melihat kesuksesannya, tetapi juga merenungi kesalahan-kesalahan masa lalunya.

Dalam sebuah pengakuan yang mengejutkan dan jujur, sang juara dunia baru ini mengungkapkan penyesalan mendalam terkait komentar-komentar “pedas” yang pernah ia lontarkan kepada para seniornya, khususnya sang legenda, Lewis Hamilton.

Baca juga: Lando Norris Juara Dunia, Alumni Carlin Motorsport Kedua setelah Sebastian Vettel!

Jejak Digital dan Komentar yang Dianggap “Nyinyir”

Sebagai representasi generasi muda di grid, Norris dikenal ceplas-ceplos dan humoris. Namun, ada kalanya keterbukaannya itu menjadi bumerang. Norris mengakui bahwa ia pernah “nyinyir” di masa lalu.

Ia menyadari bahwa komentar-komentar tersebut sering kali terdengar tidak menghormati pencapaian para veteran, seperti Lewis Hamilton dan Max Verstappen.

Salah satu momen yang paling disorot terjadi pada tahun 2020 lalu. Saat itu, Lewis Hamilton baru saja memecahkan rekor kemenangan terbanyak sepanjang masa milik Michael Schumacher dengan 91 kemenangan di GP Eifel yang digelar di Sirkuit Nurburgring.

Bukannya memberikan apresiasi penuh, Norris justru memberikan komentar yang dianggap meremehkan kerja keras Hamilton.

Kala itu, Norris berkata bahwa ia senang untuk Hamilton, namun baginya rekor itu tidak terlalu berarti karena Hamilton mengendarai mobil yang seharusnya memenangkan setiap balapan.

Ia bahkan menyebut bahwa Hamilton pada dasarnya hanya perlu mengalahkan satu atau dua pembalap saja. Komentar ini sempat memicu reaksi keras dari para penggemar yang merasa Norris tidak menghargai dominasi dan konsistensi sang juara dunia tujuh kali.

Momen Canggung di GP Hungaria 2024

Lando Norris pastikan tempati posisi terdepan untuk Grand Prix Singapore (Instagram @mclaren)

Penyesalan Norris juga merujuk pada insiden yang lebih baru dan viral di media sosial, tepatnya di ruang pendinginan atau cooldown room setelah GP Hungaria 2024. Suasana saat itu memang sudah panas karena drama team order McLaren, di mana Norris finis kedua di belakang rekan setimnya, Oscar Piastri.

Lewis Hamilton, yang mencoba mencairkan suasana, memuji kecepatan mobil McLaren dengan berkata, “Fiuh, kalian cepat sekali.”

Namun, tanggapan Norris justru terdengar dingin dan memicu ketegangan. Norris membalas dengan ketus bahwa Hamilton juga memiliki mobil cepat tujuh tahun yang lalu.

Percakapan itu berlanjut menjadi adu argumen singkat yang canggung, di mana Norris menegaskan bahwa dulu Hamilton memiliki mobil cepat dan memanfaatkannya, dan sekarang giliran McLaren.

Baca juga: Drama F1 Abu Dhabi 2025: Lando Norris Juara Dunia dan Perpisahan Yuki Tsunoda!

Kini, dengan trofi juara dunia di tangannya, perspektif Lando Norris telah berubah. Berada di posisi puncak membuatnya mengerti betapa sulitnya mempertahankan performa di level tertinggi, terlepas dari seberapa cepat mobil yang dikendarai.

Pengakuan dan penyesalan ini menunjukkan sisi kedewasaan Norris. Ia tidak lagi sekadar pembalap cepat yang pandai melucu, tetapi seorang juara dunia yang belajar menghormati sejarah dan rivalitas di lintasan.

Bagi para penggemar, melihat Norris mengakui kesalahannya menjadi tanda bahwa ia siap memikul beban berat sebagai wajah baru Formula 1 di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Crash.net

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU