INDOZONE.ID - Keluarga Agnelli kembali menegaskan komitmennya, untuk mempertahankan Juventus di bawah kendali mereka.
Hal ini disampaikan menyusul munculnya kabar ketertarikan perusahaan kripto Tether untuk mengakuisisi klub raksasa Italia tersebut.
CEO Exor, perusahaan induk Juventus, John Elkann, menyampaikan sikap keluarga Agnelli pada Sabtu (13/12/2025).
Baca juga: Manipulasi Laporan Keuangan Juventus, Andrea Agnelli dan Pavel Nedved Dijatuhi Hukuman Bersyarat
Ia menutup rapat spekulasi yang berkembang di media, terkait potensi perubahan kepemilikan klub tersukses di Italia itu.
“Juventus, beserta sejarah dan nilai-nilai yang kami miliki, tidak untuk dijual,” ujar Elkann dalam pernyataan resmi yang diunggah di situs web Juventus.
Tawaran Tether untuk Mengambil Alih Juventus
Kabar penjualan Juventus mencuat setelah Tether, perusahaan kripto yang dipimpin Paolo Ardoino, mengklaim telah mengajukan proposal pembelian tunai penuh atas saham Exor di Juventus.
Ardoino dikenal sebagai pendukung Juventus dan disebut ingin berinvestasi ke klub favoritnya tersebut.
Tether bahkan menyatakan, kesiapannya untuk mengajukan penawaran tender guna membeli sisa saham Juventus dengan harga yang sama.
Tidak hanya itu, perusahaan kripto tersebut juga berencana mengucurkan investasi hingga satu miliar euro, untuk mendukung pengembangan klub apabila proses akuisisi berjalan mulus.
Baca juga: Bybit Akhiri Kerja Sama dengan Red Bull Racing, Masa Depan Kripto di F1 Tak Jelas
Proposal Tether
Dalam proposalnya, Tether menawarkan harga 2,66 euro atau sekitar Rp52 ribu per saham kepada Exor.
Nilai tersebut merepresentasikan valuasi Juventus di atas satu miliar euro, atau sekitar 21 persen lebih tinggi, dibandingkan harga penutupan saham Juventus yang berada di angka 2,19 euro.
Meski demikian, Exor menegaskan, dewan direksi telah secara bulat menolak tawaran tersebut. Mereka tidak memiliki niat untuk melepas saham Juventus kepada pihak ketiga.
Baca juga: Florentino Perez: Real Madrid Pertimbangkan Jual Sebagian Saham ke Investor
Kondisi Finansial Juventus
Di tengah penolakan terhadap tawaran Tether, kondisi finansial Juventus turut menjadi perhatian.
Klub berjuluk Si Nyonya Tua itu tercatat belum membukukan laba bersih tahunan selama hampir satu dekade terakhir.
Baca juga: Persiapkan Masa Tuanya, Luka Modric Resmi Jadi Pemegang Saham Minoritas Swansea City
Selain itu, performa saham Juventus di pasar juga mengalami tekanan. Sepanjang tahun ini, nilai saham klub asal Turin tersebut dilaporkan telah turun sekitar 27 persen.
Kendati menghadapi masalah finansial, pernyataan keluarga Agnelli menunjukkan, Juventus tetap dipandang sebagai klub besar dengan nilai historis yang tidak dapat diukur semata-mata dari sisi bisnis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Juventus.com