Sabtu, 13 DESEMBER 2025 • 13:05 WIB

Abdul Hafeez Kardar, Kapten Legenda Tim Kriket Pakistan yang Pernah Membela India, Kok Bisa?

Author

Abdul Hafeez Kardar (pcb.com.pk) 

INDOZONE.ID - Abdul Hafeez Kardar. Namanya memang terdengar asing, namun ia merupakan sosok penting di dunia kriket Pakistan

Kardar lahir di Lahore tahun 1925, di mana wilayah ini masih berada di bawah naungan Inggris pada waktu itu. 

Bagi yang belum tau, Lahore, kota ini terletak di Pakistan bagian timur laut dan dijuluki sebagai “Jantung Pakistan”. 

Kota ini juga menjadi pusat Kekaisaran Mughal dan pemerintahan Sikh sebelum akhirnya berpindah tangan menjadi milik Pakistan setelah 1947.

Kardar mengawali karier di usia yang cukup muda, dia terpilih menjadi bagian dari skuad tim nasional India yang melakukan tur ke Inggris untuk melakoni 3 pertandingan persahabatan tahun 1946. 

Baca juga: Kalah Tipis dari Wakil Rumania, Suporter Feyenoord Malah Bakar Kafe Bernama "Amsterdam", Kok Bisa?

Namun siapa sangka, 3 pertandingan tersebut merupakan pertandingan terakhirnya mewakili India. 

Situasi politik dan kerusuhan yang semakin memanas antara 2 negara membuat ia harus merelakan paspor India dan berganti kewarganegaraan ke Pakistan setelah terjadinya peristiwa Partition 1947. 

Apa itu Partition 1947? Singkatnya, peristiwa ini merupakan tahun di mana Inggris menyerahkan kekuasannya dan memecahnya menjadi 2 negara yaitu Pakistan dan India. 

Pembagian ini didasarkan pada perbedaan ideologi antara dua pemimpin India saat itu yaitu Ali Jannah dan Mahatma Gandhi. Ali mewakili komunitas Muslim dan Gandhi mewakili komunitas Hindu. 

Ali merasa perpecahan dan perbedaan ideologi yang sangat berbeda antara kedua komunitas ini membuat ia mengusulkan pembentukan Pakistan menjadi negara sendiri. 

Baca juga: Tak Terima Tim Kesayangannya Terdegradasi, 3 Remaja di Finlandia Nekat Bakar Stadion!

Karena letak Lahore yang berada di Pakistan, Kardar yang saat itu masih muda menjadi salah satu orang yang terdampak dan kariernya pun terancam hancur. 

Setelah Kardar berganti kewarganegaraan, karena Pakistan baru saja terbentuk, negara ini tidak memiliki reputasi kriket di mata dunia dan harus memulai dari nol. 

Kardar harus menunggu selama 6 tahun untuk kembali bermain di kancah internasional dan kali ini ia bermain mewakili negara kedua dalam kariernya yaitu Pakistan tepatnya tahun 1952. 

Di waktu inilah ia berperan sangat besar dalam dunia kriket Pakistan. Kardar membuka klub-klub kriket kecil dari satu wilayah ke wilayah lain dan di sinilah para pemain legenda Pakistan dilahirkan. 

Selama menjadi pemain tim nasional Pakistan, Kardar bermain sebanyak 23 pertandingan dan selalu turun sebagai kapten. 

Selama menjadi pemain, Kardar mencetak 927 run dan skor tertinggi 93. 

Baca juga: Madridistas Sapa Xabi Alonso di Luar Bernabeu Usai Kalah dari Man City: “Bersabarlah, Kami Percaya Padamu!”

Pada tahun 1958, Kardar mengakhiri kariernya sebagai pemain di usianya yang ke 33 tahun. 

Setelah pensiun, ia tetap aktif di dunia kriket Pakistan dengan menjabat sebagai ketua organisasi kriket Pakistan yaitu Pakistan Cricket Board dari tahun 1972 hingga 1977. 

Saat menjabat sebagai ketua Pakistan Cricket Board, ia menunjuk Mushtaq Mohammad sebagai kapten tim nasional pada tahun 1976. 

Mushtaq merupakan pemain penting dan menjadi salah satu faktor kunci Pakistan dalam memenangkan total delapan pertandingan Test dan mengalahkan India dalam sebuah seri untuk pertama kalinya. 

Kardar meninggal dunia pada tahun 1996 di usia 71 tahun. Jiwanya telah hilang, namun namanya akan tetap abadi dalam dunia kriket Pakistan. 

Baca juga: Puji Rodrygo di Bernabeu, Pep Guardiola Bikin Heboh: Pertanda Man City Serius Merayu Sang Bintang?

Dia tidak hanya bermain, dia menciptakan akar yang kuat dalam dunia kriket Pakistan. 

Setelah pensiun dan pohon sudah mulai tumbuh sedikit demi sedikit, ia masih bertekad untuk membuat pohon ini tetap kokoh. 

Pakistan tetap disegani di kancah internasional dengan melahirkan pemain-pemain hebat hasil didikan klub-klub kecil yang ia buat kala itu. 

Tak heran mengapa ia dijuluki sebagai “Bapak Kriket Pakistan” atas dedikasi dan kerja kerasnya di depan dan di belakang layar dalam membuat Pakistan menjadi tim nasional yang disegani di kancah internasional sampai kini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pcb.com.pk, Sportstar.thehindu.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU