Kamis, 18 DESEMBER 2025 • 10:35 WIB

Istilah-Istilah Baru di F1 2026 yang Harus Kamu Tahu Biar Nggak Salah Paham!

Author

Formula 1. (Instagram/@f1)

INDOZONE.ID - Era baru Formula 1 akan segera dimulai pada tahun 2026. 

Bukan hanya soal tampilan mobil yang makin futuristik atau mesin yang lebih ramah lingkungan, tapi ada juga segudang istilah teknis baru yang bermunculan. 

Bagi kamu yang baru mulai mengikuti F1 atau fans lama yang mulai pusing dengan regulasi yang berubah-ubah, jangan khawatir. 

Kita akan coba bedah istilah-istilah "njlimet" ini menjadi bahasa yang jauh lebih sederhana, semudah memahami cara main game balapan di konsol favoritmu.

Perubahan paling mencolok di musim 2026 nanti adalah konsep aerodinamika aktif atau yang keren disebut Active Aero. 

Baca juga: Eks Pemain Real Madrid Bawa Albacete Balompie Lolos 16 Besar Copa Del Rey Usai Taklukkan Celta Vigo

Bayangkan mobil F1 nanti seperti robot Transformers yang bisa mengubah bentuk sayapnya sendiri saat sedang melaju. 

Di sinilah kita mengenal dua mode utama, yaitu Straight Mode dan Corner Mode.

Mobil yang Bisa "Bernapas" di Trek Lurus dan Tikungan

Pertama, mari kita bahas Straight Mode. Sesuai namanya, mode ini dipakai saat mobil melaju di lintasan lurus. 

Coba bayangkan kamu sedang naik motor kencang atau bersepeda menuruni bukit, pasti kamu akan menundukkan badan supaya angin tidak menabrak dadamu dan kamu bisa meluncur lebih cepat, bukan? 

Nah, Straight Mode bekerja persis seperti itu. Sayap depan dan belakang mobil akan "membuka" celah (flap terbuka) supaya angin bisa lewat dengan bebas. 

Baca juga: Juventus Tumbang 0-1 dari Manchester United, Massimiliano Canzi: Hasil Imbang Mungkin akan Lebih Baik

Tujuannya agar hambatan angin berkurang drastis, sehingga mobil bisa ngebut maksimal sekaligus menghemat baterai.

Sebaliknya, ada Corner Mode atau mode tikungan. Kalau Straight Mode ibarat menunduk untuk menghindari angin, Corner Mode ini ibarat kamu merentangkan tangan lebar-lebar atau membuka parasut saat ingin mengerem. 

Saat mobil mendekati tikungan, sayap-sayap yang tadinya terbuka akan kembali tertutup rapat. 

Tujuannya adalah untuk "menangkap" angin sebanyak-banyaknya. 

Angin yang tertangkap ini akan menekan mobil ke aspal, sehingga mobil jadi lengket ke trek dan tidak tergelincir saat berbelok tajam. 

Jadi, mobil F1 nanti akan sibuk buka-tutup sayap sepanjang balapan secara otomatis.

Baca juga: Klasemen Sementara Medali SEA Games 2025 Thailand: Indonesia Jauhi Kejaran Vietnam!

Tombol "Turbo" dan Strategi Baterai

Selain urusan sayap, F1 2026 juga akan sangat bergantung pada baterai. Di sinilah istilah Boost Mode masuk. 

Anggap saja ini seperti tombol nitro atau turbo di game Need for Speed favoritmu. 

Boost Mode adalah kondisi di mana pembalap menggunakan cadangan energi listrik dari baterai untuk mendapatkan tenaga ekstra. 

Mode ini bisa dipakai di mana saja, baik di lurus maupun keluar tikungan, selama baterainya masih ada.

Lalu, bagaimana nasib DRS atau Drag Reduction System yang biasa kita kenal? 

Di 2026, DRS konvensional akan hilang dan digantikan oleh Overtake Mode. 

Baca juga: Ditumbangkan Manchester United, Juventus Tetap Amankan Tiket Play-off UWCL 2025/26

Jika dulu DRS hanya boleh dibuka di zona tertentu, Overtake Mode ini lebih mirip "kekuatan super" yang diberikan kalau kamu berhasil mendekati lawan. 

Cara kerjanya cukup mirip dengan DRS. Jika kamu berada kurang dari satu detik di belakang mobil lawan di zona deteksi, kamu akan dapat jatah energi listrik tambahan alias tenaga ekstra. 

Bedanya dengan DRS lama yang bikin mobil lebih enteng karena sayap terbuka, Overtake Mode di 2026 benar-benar memberikan suntikan tenaga mesin yang lebih besar untuk membantu kamu menyalip lawan di depan.

Terakhir, ada Recharge Mode. Namanya juga baterai, pasti ada habisnya dong. Recharge Mode adalah fase di mana pembalap harus "sabar" sebentar. 

Ibarat smartphone kamu yang sedang dalam low power mode, mobil akan mengurangi penggunaan tenaga listrik untuk mengisi ulang baterai lewat pengereman atau putaran mesin. 

Di fase ini, pembalap mungkin akan terlihat sedikit melambat atau tidak seagresif biasanya karena mereka sedang menabung energi (charging) agar bar baterai penuh kembali dan siap dipakai untuk war atau overtake di lap berikutnya. 

Baca juga: Skater Basral Graito Hutomo Persembahkan Medali Emas bagi Indonesia di SEA Games 2025

Jadi, nanti jangan heran kalau melihat mobil tiba-tiba kencang lalu tiba-tiba terlihat menahan diri, itu semua demi manajemen energi.

Gimana? Apa kamu sudah paham dengan istilah-istilah baru untuk menonton F1 musim 2026 nanti?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram @f1speed.indonesia

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU