Senin, 22 DESEMBER 2025 • 15:40 WIB

Nemanja Matic: Ole Gunnar Solskjaer Tidak Pantas Dipecat Manchester United

Author

Nemanja Matic dan Ole Gunnar Solskjaer saat di Manchester United. (AFP PHOTO)

INDOZONE.ID - Kekacauan di Manchester United seolah tidak pernah benar-benar berakhir sejak era pasca-Sir Alex Ferguson. Pergantian manajer yang silih berganti belum mampu mengembalikan stabilitas klub.

Dalam situasi tersebut, mantan gelandang Setan Merah, Nemanja Matic, menilai Manchester United telah membuat kesalahan besar dengan memecat Ole Gunnar Solskjaer.

Matic merupakan bagian dari skuad Manchester United selama lima musim.

Ia merasakan langsung bekerja di bawah empat manajer berbeda, yakni Jose Mourinho, Ole Gunnar Solskjaer, Michael Carrick, dan Ralf Rangnick, dengan dua nama terakhir berstatus sebagai pelatih interim.

Baca juga: Setuju Gabung Sassuolo, Nemanja Matic Akan Jadi Rekan Satu Tim Jay Idzes

Perjalanan Nemanja Matic di Manchester United

Selama membela Manchester United, Nemanja Matic dikenal sebagai pemain berpengalaman di lini tengah. Ia menjadi saksi berbagai fase perubahan klub, termasuk masa transisi yang dijalani tim setelah kepergian Mourinho.

Dari seluruh manajer yang pernah menanganinya, Matic menilai Ole Gunnar Solskjaer memiliki pendekatan berbeda.

Menurut gelandang asal Serbia tersebut, suasana tim di Old Trafford justru menunjukkan perkembangan positif ketika Solskjaer memimpin.

Baca juga: Gagal Bawa Besiktas Lolos ke UEFA Conference League, Ole Gunnar Solskjaer Dipecat

Prestasi Ole Gunnar Solskjaer Bersama Setan Merah

Ole Gunnar Solskjaer resmi dipecat pada November 2021 usai Manchester United mencatatkan performa buruk di Premier League.

Saat itu, United hanya mengumpulkan satu poin dari tujuh pertandingan, termasuk kekalahan memalukan 0-5 dari Liverpool di Old Trafford.

Namun, catatan tersebut tidak menghapus pencapaian Solskjaer selama menukangi klub.

Ditunjuk sebagai manajer permanen pada Maret 2019, Solskjaer sukses membawa Manchester United finis di peringkat ketiga Premier League musim 2019/2020 dan runner-up pada musim 2020/2021.

Baca juga: Kobbie Mainoo Tidak Akan Disanksi Manchester United Terkait Kaos “Free Kobbie Mainoo”

Ia juga mengantar Setan Merah mencapai final Liga Europa 2021.

Bagi Matic, hasil tersebut menunjukkan adanya kemajuan yang jelas. Ia menilai Solskjaer seharusnya diberi waktu lebih lama untuk membangun tim.

“Kami finis di posisi kedua dan ketiga di bawah kepemimpinannya. Saat itu, kami bahkan merasa tidak puas hanya berada di posisi kedua," ujar Matic kepada FourFourTwo.

"Jika melihat kondisi Manchester United sekarang, apa yang kami capai bersama Ole sebenarnya luar biasa,” tambahnya.

Penilaian Matic terhadap Solskjaer

Ole Gunnar Solskjaer dan Nemanja Matic saat di Manchester United. (REUTERS PHOTO)

Tidak hanya Solskjaer, Matic juga memberikan pujian kepada staf pelatih seperti Michael Carrick dan Kieran McKenna.

Ia menilai tim kepelatihan tersebut memahami filosofi klub dan memiliki rencana jangka panjang yang jelas.

“Saya pikir Ole dan stafnya pantas mendapatkan lebih banyak waktu. Mereka sedang berada di jalur yang tepat untuk membawa Manchester United kembali ke level tertinggi,” lanjut Matic.

Baca juga: Dipecat MU, Mural Ole Gunnar Solskjaer Dicopot dari Old Trafford

Menurutnya, pemecatan Solskjaer memang didasarkan pada hasil buruk dalam beberapa pertandingan terakhir.

Namun, dari sisi kepemimpinan dan pemahaman klub, Solskjaer dinilai sangat cocok menangani Manchester United.

“Dia adalah pribadi yang luar biasa, memahami klub, dan mempersiapkan tim dengan sangat detail. Latihan berjalan sempurna dan semuanya terorganisasi,” ungkapnya.

Matic juga mengaku memiliki hubungan baik dengan Solskjaer, meskipun ia tidak selalu menjadi pilihan utama di lini tengah.

Baca juga: Ole Gunnar Solskjaer Dianggap Terlalu Baik, Pemain Man United Serasa di Kamp Liburan

“Saya biasanya tidak suka dengan pelatih yang tidak memainkan saya. Namun Ole adalah pelatih pertama yang tidak pernah saya lawan," kata Matic.

"Dia mampu menyatukan pemain, termasuk mereka yang tidak masuk starting XI. Dia mengenal klub ini, dan para penggemar mencintainya,” tutupnya.

Sejak kepergian Solskjaer, Manchester United belum mampu menyamai pencapaian terbaik mereka di Premier League.

Setan Merah finis di posisi keenam pada musim 2021/2022, peringkat ketiga pada 2022/2023, turun ke posisi kedelapan pada 2023/2024, hingga mencatat hasil terburuk sepanjang sejarah Premier League dengan finis di posisi ke-15 pada musim lalu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: FourFourTwo

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU