Senin, 29 DESEMBER 2025 • 15:21 WIB

Guardiola: Pelatih Bukan Penyihir, Manchester City Butuh Waktu untuk Bangkit

Author

Pep Guardiola saat melatih di Manchester City. (Action Images via Reuters/Jason Cairnduff)

INDOZONE.ID - Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, menegaskan bahwa kebangkitan timnya tidak bisa terjadi secara instan.

Meski performa The Citizens mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan, Guardiola menolak anggapan bahwa seorang pelatih bisa langsung mengubah situasi dengan cepat.

Kemenangan 2-1 atas Nottingham Forest pada laga Premier League, Sabtu (27/12/2025), menjadi bukti kebangkitan Manchester City.

Baca juga: Pede Banget, Guardiola Yakin Manchester City Bisa Bersaing dalam Perebutan Gelar Premier League dan Liga Champions

Gol penentu kemenangan dicetak oleh Rayan Cherki, yang membawa City sempat kembali ke puncak klasemen sementara.

Namun, posisi tersebut tidak bertahan lama. Arsenal kembali merebut puncak klasemen setelah menaklukkan Brighton dengan skor 2-1.

Meski begitu, Manchester City kini hanya terpaut dua poin dari Arsenal dan tetap berada dalam persaingan gelar juara Premier League.

Performa Manchester City Mulai Membaik 

Kemenangan atas Nottingham Forest menjadi angin segar bagi Manchester City setelah periode sulit yang mereka alami.

Tambahan tiga poin tersebut memperlihatkan bahwa performa tim perlahan mulai konsisten, terutama setelah inkonsistensi yang terjadi sejak awal musim.

Baca juga: Klasemen Liga Inggris Desember 2025: Arsenal Bertahan di Puncak, Manchester City Terus Membayangi

Musim lalu, Manchester City harus puas finis di posisi ketiga klasemen akhir Premier League.

Mereka tertinggal 13 poin dari Liverpool yang keluar sebagai juara, mengakhiri dominasi City yang sebelumnya menjuarai liga dalam empat musim beruntun.

Manchester City Sempat Terpuruk

Penurunan performa Manchester City sempat menuai perhatian.

Dalam satu periode, mereka hanya meraih satu kemenangan dari 13 pertandingan di semua kompetisi. Bahkan, City menelan lima kekalahan beruntun pada rentang Oktober hingga November.

Baca juga: Pep Guardiola Sebut Erling Haaland Sudah Samai Level Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo

Tak hanya itu, perjalanan mereka di Liga Champions juga terhenti lebih awal.

Kekalahan dari Real Madrid di babak playoff membuat City tersingkir dari kompetisi elite Eropa tersebut, yang menjadi eliminasi paling cepat dalam 12 tahun terakhir.

Kondisi tersebut memunculkan berbagai spekulasi, termasuk soal peran Guardiola sebagai pelatih.

Guardiola: Proses Lebih Penting dari Hasil Instan

Pep Guardiola dan Phil Foden saat di Manchester City. (REUTERS/David Klein)

Menanggapi situasi tersebut, Guardiola menegaskan bahwa seorang pelatih tidak bisa disamakan dengan penyihir.

“Manajer bukanlah penyihir. Kami tidak bisa hanya menjentikkan jari lalu semuanya langsung berubah,” ujar Guardiola.

Ia menekankan bahwa sepak bola adalah proses yang membutuhkan waktu, kerja keras, dan kesabaran.

Baca juga: Pep Guardiola Puji Konsistensi Ruben Dias di Manchester City: Dia Pemimpin yang Luar Biasa

Guardiola juga membantah anggapan bahwa dirinya kerap menyalahkan klub atau pemain saat tim berada dalam situasi sulit.

“Saya memiliki catatan karier yang bagus sebagai manajer, tetapi saya tidak pernah menyalahkan klub. Ini bukan tentang satu orang atau individu tertentu,” katanya.

Guardiola mengakui bahwa Manchester City sempat kehilangan sesuatu dalam perjalanan mereka musim ini. Namun, ia optimistis timnya perlahan mulai menemukan kembali jati diri mereka.

“Ada sesuatu yang terasa kabur di Manchester, mengelilingi pusat latihan kami. Kami kehilangan sesuatu, dan sekarang perlahan mulai menemukannya kembali,” tutup Guardiola.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BBC Sport

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU