Konflik Internal di Manchester United, Ruben Amorim Tegaskan Statusnya sebagai Manajer Bukan Pelatih Kepala!
INDOZONE.ID - Situasi internal Manchester United kembali memanas setelah pernyataan Ruben Amorim yang bertentangan dengan pernyataan klub saat dia diperkenalkan.
Klub yang bermarkas di Old Trafford tersebut dikabarkan sedang terjadi ketegangan di balik layar setelah Ruben Amorim secara terbuka menegaskan perannya sebagai manajer, bukan sekadar pelatih kepala.
Pernyataan itu disampaikan Amorim pada Minggu (4/1/2026) dalam konferensi pers usai laga melawan Leeds United yang berakhir dengan skor imbang 1-1.
Momen tersebut menjadi perhatian karena sebelumnya Amorim terlihat murung di konferensi pers sebelum pertandingan yang memicu spekulasi soal hubungan yang kurang harmonis dengan manajemen klub.
Baca juga: Ruben Amorim Nilai Manchester United Bermain Lebih Baik Meski Kalah dari Aston Villa
Amorim: Saya Manajer Manchester United!
Dalam sesi tanya jawab, Amorim mendapat pertanyaan langsung terkait dukungan manajemen terhadap posisinya. Jawaban yang diberikan pun sangat tegas dan tanpa basa-basi.
“Saya datang ke sini untuk menjadi manajer Manchester United, bukan pelatih Manchester United. Itu sudah sangat jelas,” ujar Amorim.
Meski secara resmi diperkenalkan sebagai pelatih kepala, Amorim menolak jabatan tersebut. Ia bahkan membandingkan dirinya dengan sejumlah nama besar pelatih Eropa untuk menegaskan posisinya.
“Saya tahu saya bukan Tuchel, Conte, atau Mourinho. Saya adalah manajer Manchester United dan akan tetap seperti itu selama 18 bulan, atau sampai dewan direksi memutuskan mengganti saya,” katanya.
Baca juga: Hojlund Ungkap Alasan Tinggalkan Manchester United: Tidak Masuk Rencana Amorim
Ketegangan dengan Manajemen
Dalam beberapa hari terakhir, Amorim memang sempat menyiratkan ketidakpuasan terhadap situasi internal klub.
Ia mengungkapkan bahwa tidak ada komunikasi yang intens dengan manajemen terkait rencana belanja pemain pada bursa transfer Januari.
Selain itu, media-media Inggris juga melaporkan adanya tekanan dari internal klub agar Amorim mengubah sistem permainan andalannya, yakni formasi 3-4-3.
Baca juga: Ruben Amorim: Manchester United Tak Akan Belanja Pemain di Bursa Transfer Januari
Namun, Amorim menegaskan bahwa selama masih menjabat, keputusan teknis akan tetap berada di tangannya.
“Saya ingin menegaskan sekali lagi, saya akan menjadi manajer tim ini, bukan hanya pelatih. Saya sangat jelas mengenai hal tersebut,” tambahnya.
Sisa Kontrak Amorim di Manchester United
Amorim juga memastikan dirinya tidak memiliki niat untuk mundur dari jabatan yang diembannya saat ini.
“Itu adalah posisi saya. Saya tidak akan mundur. Saya akan menjalankan pekerjaan ini sampai seseorang datang untuk menggantikan saya,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa perannya sebagai manajer mencakup kerja sama lintas departemen, mulai dari tim pemandu bakat hingga direktur olahraga.
Baca juga: Manchester United Kalah dari Aston Villa, Roy Keane Sebut Banyak Pemain yang Tidak Mau Bekerja Keras
“Setiap departemen harus menjalankan tugasnya. Saya juga akan menjalankan tugas saya selama 18 bulan. Setelah itu, semua akan berlanjut sesuai keputusan klub,” ujarnya.
Pernyataan mengenai durasi 18 bulan tersebut sejalan dengan kontrak yang ditandatangani Amorim pada November 2024 bersama Manchester United.
Kontrak tersebut secara keseluruhan berlaku hingga 2027, namun evaluasi awal menjadi penentu kelanjutan proyek yang tengah dibangunnya di Manchester United.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Daily Mail UK