INDOZONE.ID - Dunia sepak bola sering kali menyuguhkan drama, tidak hanya di atas lapangan, tetapi juga dalam perjalanan karier para pemainnya.
Keputusan untuk gantung sepatu biasanya menjadi titik akhir yang emosional. Namun, bagi sebagian pemain, panggilan rumput hijau terlalu kuat untuk diabaikan.
Baik karena permintaan klub lama, panggilan jiwa untuk membantu tim saat krisis, atau sekadar merasa masih mampu bersaing, para legenda ini memutuskan untuk membatalkan masa pensiun mereka.
1. Paul Scholes (Manchester United)
Ini adalah salah satu comeback paling ikonik di Liga Inggris. Setelah pensiun pada tahun 2011, Scholes kembali membela Manchester United pada Januari 2012.
Pada saat itu, Sir Alex Ferguson sedang krisis gelandang karena cedera. Ia bermain hingga 2013 dan membantu United meraih gelar Liga Inggris ke-20.
2. Arjen Robben (FC Groningen)
Setelah meninggalkan Bayern Munich dan menyatakan pensiun pada 2019, sang "Manusia Kaki Kiri Maut" ini mengejutkan publik dengan kembali bermain untuk klub masa kecilnya, FC Groningen, pada tahun 2020.
Meski momen comeback-nya ini kerap diganggu cedera, kehadiran Robben sejatinya memberikan dampak moral kepada rekan-rekannya di FC Groningen.
3. Johan Cruyff (Los Angeles Aztecs & Ajax)
Legenda Belanda ini sempat pensiun pada usia 31 tahun (1978). Namun, sebuah investasi peternakan babi yang gagal membuatnya kehilangan banyak uang, memaksa Cruyff untuk kembali mengenakan sepatu bola.
Ia sukses besar di Liga Amerika (NASL) dan kemudian kembali ke Ajax serta Feyenoord untuk memenangkan lebih banyak trofi sebelum benar-benar berhenti di usia 37 tahun.
4. Petr Cech (Chelsea)
Setelah pensiun di Arsenal pada 2019 dan menjabat sebagai Direktur Teknis di Chelsea, Cech secara mengejutkan masuk dalam daftar skuad Chelsea untuk Premier League musim 2020/2021.
Meski tidak bermain di tim utama liga, ia sempat tampil membela tim U-23 Chelsea untuk menjaga kebugarannya.
5. Wojciech Szczęsny (FC Barcelona)
Szczęsny mengumumkan pensiun setelah kontraknya di Juventus berakhir pada musim panas 2024. Namun, cedera parah yang dialami Marc-André ter Stegen membuat Barcelona menghubunginya.
Di akhir 2024 hingga awal 2025, Szczęsny menjadi bagian penting dari skuad Blaugrana. Meski pada saat ini, ia lebih banyak menjadi kiper pelapis Joan Garcia.
6. Romario (América-RJ)
Pemain legendaris Brasil ini telah "pensiun" berkali-kali. Namun, pada tahun 2024 (di usia 58 tahun), ia mendaftarkan diri kembali sebagai pemain untuk klub América-RJ di kasta kedua Liga Brasil.
Aksi ini menjadi sensasi global dan membuktikan bahwa bagi Romario, usia hanyalah angka.
7. Jens Lehmann (Arsenal)
Kiper asal Jerman ini sudah pensiun pada tahun 2010. Namun, pada Maret 2011, Arsenal mengalami krisis kiper luar biasa di mana Szczęsny (yang saat itu masih muda), Lukasz Fabianski, dan Vito Mannone semuanya cedera.
Di usia 41 tahun, ia kembali bermain satu pertandingan melawan Blackpool dan menjadi pemain tertua Arsenal yang pernah tampil di Premier League.
Kisah para pemain ini membuktikan bahwa dedikasi terhadap sepak bola sering kali melampaui logika pensiun yang kaku.
Baik karena cinta pada klub, kondisi darurat, atau sekadar rindu atmosfer pertandingan, kembalinya para legenda ini selalu memberikan warna tersendiri dalam sejarah sepak bola dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan