Kamis, 15 JANUARI 2026 • 15:05 WIB

The 1958 Ajak Suporter Manchester United Turun ke Jalan untuk Protes Kepemimpinan INEOS dan Keluarga Glazer

Author

The 1958, Kelompok suporter Manchester United yang melakukan protes. (Dok. The 1958)

INDOZONE.ID - Kelompok suporter Manchester United, The 1958, menyerukan aksi protes keras terhadap kepemilikan klub oleh INEOS dan keluarga Glazer.

Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung menjelang pertandingan Premier League antara Manchester United melawan Fulham di Old Trafford pada 1 Februari 2026.

Seruan ini menandai meningkatnya ketegangan antara suporter dengan manajemen klub, seiring ketidakpuasan terhadap arah kebijakan dan kondisi Manchester United dalam beberapa musim terakhir.

Baca juga: Tak Berencana Beli Pemain Baru, Manchester United Justru Minta Carrick untuk Maksimalkan Skuad yang Ada

Gelombang Protes Suporter dan Seruan di Media Sosial

Ajakan aksi turun ke jalan tidak hanya disampaikan secara langsung, tetapi juga menggema di media sosial.

Tagar #INEOSOut dan #GlazersOut ramai digunakan oleh penggemar, sebagai bentuk kekecewaan terhadap kepemimpinan klub.

The 1958, yang dikenal sebagai salah satu kelompok suporter paling vokal di Inggris, turut merilis surat terbuka berisi kritik keras terhadap pengelolaan Manchester United.

Protes ini muncul tidak lama setelah manajemen klub memecat Ruben Amorim, yang dikabarkan terjadi akibat konflik internal dengan jajaran petinggi, terutama Direktur Teknis Jason Wilcox.

Baca juga: Daftar Pelatih Manchester United yang Dipecat Sejak Ditinggal Sir Alex Ferguson

The 1958 Nilai Manchester United Telah Kehilangan Arah

The 1958, Kelompok suporter Manchester United yang melakukan protes. (Dok. The 1958)

Dalam pernyataannya, The 1958 menegaskan, Manchester United saat ini berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan akibat kesalahan manajemen yang berlangsung lama.

Mereka menyebutkan, klub telah mengalami banyak kemunduran akibat pengelolaan yang buruk dari tingkatan tertinggi hingga ke bawah.

Menurut kelompok suporter tersebut, kerusakan yang terjadi bukanlah hal yang tiba-tiba, melainkan hasil dari keputusan buruk yang terus dibiarkan tanpa perbaikan.

Baca juga: Sejak Sir Alex Pensiun, MU Lebih Sering Gonta-Ganti Pelatih ketimbang Dapat Trofi

The 1958 juga menilai, standar di dalam klub telah runtuh. Pelatih tidak lagi dinilai murni berdasarkan performa di lapangan, melainkan karena relasi dengan eksekutif.

Keputusan sepak bola dianggap lebih dipengaruhi oleh kepentingan internal dewan direksi, bukan visi jangka panjang klub.

Utang Klub dan Kenaikan Harga Tiket Jadi Protes

The 1958, Kelompok suporter Manchester United yang melakukan protes. (Dok. The 1958)

Masalah finansial turut menjadi fokus utama dalam surat terbuka tersebut.

The 1958 menilai, keluarga Glazer dan INEOS, yang dimiliki Sir Jim Ratcliffe, belum menunjukkan perubahan dalam menyelesaikan utang klub yang terus membebani Manchester United.

Selain itu, mereka mengkritik kebijakan kenaikan harga tiket sejak INEOS mengambil alih operasional.

Baca juga: INEOS Tak Mau Terjebak Nostalgia, Sir Alex Ferguson Disalahkan Penyebab Keterpurukan Manchester United

Kenaikan tersebut dinilai dilakukan tanpa konsultasi dengan suporter, yang mayoritas berasal dari kalangan kelas pekerja.

Menurut The 1958, kebijakan tersebut telah merusak ikatan historis antara klub dan suporternya.

Prestasi Merosot dan Pergantian Pelatih Jadi Bukti Krisis

Dari sisi prestasi, The 1958 menilai Manchester United telah mengalami kemunduran selama satu dekade terakhir.

Janji untuk mengembalikan kejayaan klub dinilai belum terealisasi. Musim lalu bahkan dicatat sebagai salah satu hasil terburuk dalam sejarah klub di Liga Inggris.

Situasi ini diperparah dengan ketidakstabilan di kursi pelatih. Erik ten Hag sempat bertahan dalam tekanan sebelum akhirnya meninggalkan klub, sementara Ruben Amorim dipecat usai konflik internal.

Baca juga: Thomas Frank Soroti Pemecatan Ruben Amorim Sebagai Pelatih Manchester United

Menurut The 1958, hal tersebut mencerminkan tidak adanya arah, identitas, dan sistem pertanggungjawaban yang jelas di tubuh Manchester United.

Menjelang laga melawan Fulham, The 1958 memastikan akan tetap menggelar aksi protes dan mengajak seluruh suporter untuk ikut ambil bagian.

Manchester United harus patuh kepada mereka, karena dibangun oleh para penggemarnya.

Jika klub ingin kembali diselamatkan, maka perubahan harus dimulai dari tekanan suporter yang menuntut kepemimpinan lebih bertanggung jawab.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: The 1958

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU