INDOZONE.ID - Padel saat ini menjadi salah satu cabang olahraga yang banyak digemari dan mulai menjadi rutinitas masyarakat. Sering disebut juga "tenis padel", olahraga ini berkembang pesat karena menggabungkan elemen tenis dan squash, serta menawarkan permainan yang menyenangkan, sosial, dan mudah dipelajari.
Tidak heran, olahraga ini disukai baik oleh pemula maupun pemain berpengalaman.
Baca juga: KONI Lepas Timnas Padel Indonesia ke Asia Championship 2025 di Doha
Sejarah Singkat Padel
Meskipun memiliki karakteristik yang mirip dengan tenis, padel dan tenis sebenarnya merupakan dua olahraga yang berbeda.
Melansir Playtomic, sejarah padel dimulai di Meksiko pada akhir tahun 1960-an. Olahraga ini awalnya dimainkan di halaman belakang, namun dengan cepat berkembang menjadi olahraga yang dikenal secara internasional, terutama populer di Spanyol.
Padel ditemukan oleh Enrique Corcuera pada tahun 1969. Ia membangun lapangan pertamanya di rumahnya di Acapulco, Meksiko, dengan menggabungkan unsur tenis dan squash.
Gaya bermain baru ini kemudian berkembang menjadi olahraga yang kita kenal sekarang, dengan aturan dan organisasi resmi yang mendukung pertumbuhannya.
Baca juga: 5 Jenis Raket Padel yang Kamu Harus Tau Sebelum Beli agar Permainan Kamu Makin Maksimal
Perbedaan Padel dan Tenis
Selain sejarah, perbedaan antara padel dan tenis juga terlihat dari ukuran dan karakteristik bola.
Bola padel memiliki diameter antara 6,54-6,86 cm, sementara bola tenis lebih besar dan memiliki tekanan internal yang lebih tinggi, sehingga memantul lebih tinggi.
Kecepatan bola pun berbeda, servis profesional tenis bisa mencapai lebih dari 200 km/jam, sedangkan rally tenis rata-rata bergerak sekitar 110-130 km/jam.
Pantulan bola padel yang lebih rendah membuat kontrol lebih mudah dan rally bisa berlangsung lebih lama, sesuai dengan gaya permainan padel yang cepat dan strategis.
Baca juga: Padel: Olahraga Baru yang Semakin Populer di Seluruh Dunia
Mengapa Padel Begitu Populer?
Untuk mendapatkan perspektif langsung tentang padel, kami mewawancarai salah satu penjaga lapangan padel sekaligus anggota komunitas padel, Midnight Padel.
Aldi Kamarullah yang akrab disapa Kama menuturkan alasan padel bisa begitu populer. Menurutnya salah satu alasan padel menjadi tren adalah kemudahannya dibanding tenis.
"Ada banyak faktor kenapa padel ini bisa rame ya, karena olahraganya nggak sesusah tenis”
Kama juga menyebut bahwa olahraga Padel tidak harus jago tapi mengutamakan kesabaran san presisi
“Olahraganya (padel) itu nggak harus jago dan kuat, tapi bisa orang yang sabar dan presisi, itu bisa menang. Jadi, dan juga terasa sekali peningkatan level skill kita kalau di padel ini. Di mana levelnya itu terasa perhari, hari ini makin jago, hari depan makin jago, makin jago, makin jago."
Baca juga: Indonesia Bangga! Bali Digadang-gadang Siap Jadi Destinasi Utama Padel Tennis Dunia
Ia menambahkan, pengalaman belajar di padel sangat terasa secara bertahap.
"Saya jujur saya baru 3 bulan main perharinya, perminggunya udah bisa ini, dulu awal cuma bisa mukul-mukul nggak kena, abis itu cuman bisa cek-cek service, sekarang bisa service yang tajam" pungkasnya.
Dari hal tersebut, terlihat jelas bahwa padel bukan hanya berbeda dari tenis dalam hal teknis, tetapi juga menawarkan pengalaman belajar yang progresif dan menyenangkan bagi pemainnya.
Tidak heran jika olahraga padel terus menarik minat masyarakat dari berbagai usia dan latar belakang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Playtomic, Wawancara