Kamis, 22 JANUARI 2026 • 16:36 WIB

Benarkah Padel Olahraga Sosialita Khusus Menengah ke Atas?

Author

Ilustrasi bermain Padel. (Instagram/@anissya__)

INDOZONE.ID - Padel merupakan olahraga raket yang unik. Sebab, olahraga ini mengombinasikan elemen-elemen utama dari tenis dan squash

Berbeda dengan tenis pada umumnya, padel dimainkan di lapangan yang lebih kecil, tertutup oleh dinding kaca atau pagar kawat yang menjadi bagian aktif dalam permainan.

Pemain padel diperbolehkan memantulkan bola ke dinding tersebut untuk mengembalikan serangan lawan. 

Olahraga ini biasanya dimainkan secara ganda (dua lawan dua) menggunakan raket khusus yang tidak memiliki senar dengan permukaan solid berlubang. 

Karena karakteristik lapangannya tertutup dan penggunaan teknik pantulan dinding, padel dikenal sebagai olahraga dinamis, yang mengandalkan strategi dan kelincahan dibandingkan sekadar kekuatan otot semata.

Baca juga: Perbedaan Padel dan Tenis: Salah Satu Alasan Jadi Tren

Olahraga padel belakangan ini sangat diminati masyarakat urban Indonesia. Di balik popularitasnya, banyak cerita menarik dari para pelaku padel yang awalnya tidak menyangka akan menekuni olahraga ini secara rutin. 

Salah satu cerita datang dari seorang penggiat padel yang mengaku menekuni olahraga ini berawal dari keisengan semata.

Anissya Wardhani, salah satu Member di Padel Blast, mengungkapkan ketertarikannya pada padel bermula saat diajak teman dan melihat berbagai video orang-orang bermain padel di media sosial (medsos). 

Meski sebelumnya cenderung menghindari olahraga yang menggunakan alat, seperti raket, padel justru memberikan pengalaman berbeda. 

Selama ini, aktivitas fisik yang dilakukannya hanya sebatas lari dan pergi ke pusat kebugaran. Namun sejak mencoba Padel pada tahun lalu, ia merasakan dampak positif terhadap kebugaran tubuhnya.

"Padel itu membantu aku jadi lebih sehat. Kalau aku punya hashtag judulnya #PadelBiarWaras," ujarnya saat dihubungi INDOZONE, Selasa (20/1/2026). 

Benarkah Olahraga Padel Hanya untuk Kaum Elite?

Padel juga kerap dilekatkan dengan stigma olahraga kelas atas. Menurutnya, hal ini tidak sepenuhnya salah. Ia berkaca pada awal kemunculan padel yang banyak dimainkan oleh kalangan tertentu dengan kondisi finansial oke. 

Apalagi, biaya peralatan, seperti raket, sepatu, hingga tas padel, memang relatif tidak murah. 

"Memang kalau udah mau terjun ke Padel memang harus cukup modal banyak untuk beli raket, beli sepatu, beli tasnya, belum lagi kalau pengen beli baju-bajunya," ujarnya.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa olahraga Padel sejatinya tidak mengenal batasan kelas sosial.

"Nggak ada khusus menengah atas, menengah bawah. Itu nggak ada. Tapi ya balik lagi, kadang-kadang kan namanya orang gengsi," lanjutnya.

Outfit yang Cocok untuk Bermain Padel

Anissya menekankan, bahwa tidak ada tuntutan soal merek pakaian atau perlengkapan. Selama bahan yang digunakan menyerap keringat dan mendukung pergerakan selama bermain, itu sudah cukup. 

"Yang penting nyaman aja udah. Pake baju terserah deh mau beli yang unbranded, mau beli yang di toko online, mau beli di toko mana. Nggak ada yang peduli," tegas Anissya.

Baginya, Padel adalah sarana olahraga sekaligus bersosialisasi, bukan ajang pamer.

Baca juga: Lagi Trend di Indonesia, Erick Thohir Ingin Cabor Padel Punya Roadmap Menuju Olimpiade

Masa Depan Padel di Indonesia

Melihat tren olahraga di Indonesia, ia menilai popularitas Padel kemungkinan besar masih akan bertahan dalam satu hingga dua tahun ke depan. 

"Kalau di Indonesia, pasti nanti akan ada satu olahraga lagi yang akan bisa menggantikan trendnya padel ini. Tapi untuk 1-2 tahun depan, gue masih cukup yakin sih, padel masih akan ada di Indonesia," jelasnya.

Meski demikian, ia menyadari Indonesia cenderung mengikuti tren global. Tidak menutup kemungkinan, di masa mendatang akan muncul olahraga baru yang menggantikan pamor Padel.

Namun, untuk saat ini, padel  tetap menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin berolahraga, bersosialisasi, dan menjaga kesehatan fisik maupun mental secara seimbang.

Sebagai olahraga yang memadukan strategi dan kelincahan, padel telah menciptakan ekosistem baru yang organik melalui komunitas-komunitas suportif.

Popularitasnya yang terus menanjak menjadi sinyal, bahwa padel akan menjadi bagian tetap dari gaya hidup sehat masyarakat modern di Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU