Biar Nggak Bingung Saat Nobar! Ini Cara Mudah Baca Papan Skor Tenis dari Game hingga Match!
INDOZONE.ID - Bagi penonton pemula, menyaksikan pertandingan tenis lapangan untuk pertama kalinya sering kali memicu kebingungan. Mengapa setelah poin pertama skor menjadi 15, bukan 1? Apa itu love? Dan mengapa angka 40 tiba-tiba diikuti oleh istilah deuce?
Sebagai perpaduan antara ketegasan wasit kursi yang menjaga kepatuhan regulasi dan analisis komentator olahraga yang membedah taktik, artikel ini hadir untuk mendemistifikasi sistem skor paling unik di dunia olahraga ini secara lugas dan instruksional.
Baca juga: Daftar Turnamen Tenis Meja Paling Prestisius di Dunia yang Wajib Diketahui
1. Anatomi Poin: Mengapa 15, 30, dan 40?
Tenis tidak menggunakan hitungan linier (1, 2, 3, 4). Setiap game (gim) dimulai dari angka nol, yang dalam tenis disebut dengan istilah Love. Istilah ini konon diadopsi dari bahasa Prancis "l'oeuf" yang berarti telur, menggambarkan bentuk angka nol.
Ketika pemain berhasil menyarangkan bola atau lawan melakukan kesalahan, poin akan berjalan dengan struktur sebagai berikut:
- Poin ke-1: Skor menjadi 15
- Poin ke-2: Skor menjadi 30
- Poin ke-3: Skor menjadi 40
- Poin ke-4: Game (Pemenang gim, jika unggul dua poin)
Asal-usul Historis: Sistem 15-30-40 ini berakar dari abad pertengahan di Prancis, di mana pergerakan skor dicatat menggunakan jarum jam dinding.
Setiap poin menggeser jarum sebanyak 15 menit (15, 30, 45). Seiring berjalannya waktu, angka 45 disingkat menjadi 40 agar lebih mudah dan cepat diucapkan oleh wasit.
Baca juga: 7 Kompetisi Tenis Paling Elite di Dunia, Ajang Pembuktian Para Petenis Top
2. Fase Krusial: Deuce dan Advantage
Aturan paling fundamental dalam tenis adalah: Anda tidak bisa menang hanya dengan selisih satu poin. Anda harus unggul minimal dua poin berturut-turut untuk mengunci kemenangan. Di sinilah situasi Deuce terjadi.
Deuce (Skor 40-40): Ketika kedua pemain sama-sama meraih tiga poin, skor tidak disebut 40-40, melainkan Deuce. Ini adalah titik kritis di mana tensi pertandingan meningkat.
Advantage (Keunggulan): Pemain yang berhasil merebut poin pertama setelah situasi Deuce akan mendapatkan status Advantage (biasa disingkat Ad).
- Jika pemain yang memegang Advantage berhasil memenangkan poin berikutnya, ia memenangkan Game.
- Jika pemain lawan yang merebut poin tersebut, skor kembali turun menjadi Deuce. Proses ini akan terus berulang sampai salah satu pemain merebut dua poin beruntun.
3. Hierarki Kemenangan: Game, Set, dan Match
Untuk memahami siapa yang keluar sebagai pemenang akhir, Anda harus memahami tiga lapisan hierarki berikut dari bawah ke atas:
A. Memenangkan 1 Game
Seperti yang dijelaskan di atas, seorang pemain memenangkan 1 game jika berhasil meraih 4 poin (dimulai dari 15, 30, 40, hingga game) dan wajib unggul dua poin dari lawan. Papan skor akan mencatat angka 1-0.
B. Memenangkan 1 Set
Satu set terdiri dari kumpulan beberapa game.
- Syarat Utama: Pemain harus memenangkan minimal 6 game terlebih dahulu.
- Aturan Selisih Dua: Sama seperti aturan poin, Anda harus unggul selisih 2 game (misalnya skor: 6-4 atau 6-3).
- Tie-Break (Skor 6-6): Jika kedua pemain sama kuat di posisi 6-6, regulasi modern memberlakukan sistem Tie-Break. Di fase ini, perhitungan poin berubah menjadi angka normal (1, 2, 3, dst). Pemain pertama yang mencapai 7 poin (dan unggul selisih dua) dinyatakan memenangkan Tie-Break sekaligus mengunci set tersebut dengan skor akhir 7-6.
C. Memenangkan Match (Pertandingan)
Match adalah hasil akhir dari keseluruhan drama di lapangan. Tenis umumnya menggunakan dua format:
- Best of Three Sets: Pemain pertama yang berhasil memenangkan 2 set keluar sebagai pemenang match (bisa berakhir dengan skor set 2-0 atau 2-1). Format ini digunakan di hampir seluruh turnamen tenis profesional komersial (ATP dan WTA).
- Best of Five Sets: Pemain pertama yang memenangkan 3 set keluar sebagai pemenang. Format melelahkan ini khusus diterapkan pada sektor tunggal putra di 4 turnamen kasta tertinggi (Grand Slam), seperti Wimbledon dan US Open.
Memahami sistem hitungan tenis akan mengubah cara Anda menikmati pertandingan. Tenis bukan sekadar adu fisik memukul bola menyeberangi net, melainkan sebuah permainan psikologis berintensitas tinggi.
Skor Deuce dan Advantage dirancang agar tidak ada pemain yang bisa menang karena faktor keberuntungan satu poin semata. Setiap angka harus dijemput dengan strategi menempatkan bola dan ketahanan mental yang baja.
Kini, dengan papan skor yang sudah terdemistifikasi, Anda siap menikmati setiap detak drama di lapangan hijau maupun lapangan keras. Quiet, please. Ready? Play!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan