Indonesia Bidik Kemenangan Lawan Oman Setelah 38 Tahun, Herdman: Saatnya Menulis Ulang Sejarah
INDOZONE.ID - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman mengincar kemenangan saat melawan Oman di laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Dalam konferensi pers jelang pertandingan, Herdman menilai laga melawan Oman bukan sekadar pertandingan persahabatan internasional. Ia menilai, laga ini jadi kesempatan emas Indonesia untuk mencatat sejarah baru.
Seperti diketahui, Indonesia punya catatan kurang memuaskan selama menghadapi Oman. Skuad Garuda terakhir menang melawan Oman pada 18 Januari 1988.
Baca juga: John Herdman Pastikan Calvin Verdonk Main Lawan Oman Meski Terlambat Gabung Timnas Indonesia
Setelahnya, Indonesia belum pernah meraih kemenangan melawan negara Timur Tengah tersebut dalam kurun waktu 38 tahun terakhir.
Untuk itu, Herdman ingin anak asuhnya menjadikan laga ini sebagai momentum untuk mengubah sejarah.
"Saya pikir ketika Anda bicara tentang apakah kami akan melakukan sesuatu yang berbeda atau istimewa, hal pertama adalah menerima tanggung jawab untuk menulis ulang sejarah. Dan saya pikir itulah sesuatu yang kelompok pemain ini akan ambil tanggung jawabnya," kata Herdman.
Pelatih 50 tahun itu juga menegaskan bahwa dirinya ingin meningkatkan standar dan mentalitas kompetitif Timnas Indonesia, khususnya di level Asia.
"Saya pikir penting untuk meningkatkan level tantangannya. Ini bukan sekadar pertandingan persahabatan, ini adalah kesempatan untuk memantapkan diri sebagai kompetitor di AFC," tambahnya.
Selain membidik kemenangan, Herdman mengungkapkan bahwa tim pelatih telah melakukan evaluasi terhadap penampilan Indonesia dalam pertandingan sebelumnya. Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama adalah efektivitas serangan.
Menurut Herdman, Timnas Indonesia masih perlu meningkatkan jumlah peluang berbahaya yang mampu diciptakan di depan gawang lawan.
Baca juga: Jelang FIFA Matchday, Ini Perbandingan Ranking FIFA Indonesia, Oman, dan Mozambik
"Kami tidak memiliki cukup tendangan ke arah gawang mengingat seberapa besar kendali yang kami miliki. Kami tidak memiliki cukup orang di dalam kotak penalti, kurang dalam penetrasi serangan di sepertiga akhir," ungkapnya.
Selama pemusatan latihan singkat yang berlangsung selama beberapa hari terakhir, Herdman mengaku fokus memperbaiki kelemahan tersebut agar tim tampil lebih tajam saat menghadapi Oman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan