INDOZONE.ID - Momen ketika bola menyentuh tangan pemain sering kali menjadi drama yang paling memicu perdebatan panas dalam sebuah pertandingan sepak bola.
Masalahnya, tidak setiap sentuhan antara bola dan lengan secara otomatis dapat dikategorikan sebagai pelanggaran handball.
Organisasi aturan sepak bola dunia (IFAB) telah menetapkan bahwa batas lengan yang dinilai untuk pelanggaran dimulai dari bagian bawah ketiak ke bawah, sementara area bahu atas dinilai sah.
Memahami aspek gerakan, posisi tangan, serta dampaknya terhadap alur permainan akan membantu kamu menilai situasi lapangan secara lebih objektif dan bijak.
Baca juga: Tangis Messi Pecah di Final Piala Dunia 2026: Spanyol Lebih Baik, Kami Kalah dan Menerima Hasil Itu
Keputusan Pelanggaran Handball Di Lapangan
Sengaja Menyentuh Bola Dengan Tangan
Pelanggaran handball yang paling jelas terjadi ketika kamu melihat seorang pemain secara aktif menggerakkan tangan atau lengannya menuju arah bola.
Tindakan sengaja untuk menepis, menghentikan, atau memblokir umpan lawan ini akan langsung dijatuhi sanksi oleh wasit tanpa ragu. Gerakan aktif lengan menuju bola menandakan adanya niat eksplisit untuk menguasai alur permainan secara tidak sah.
Tangan Membuat Tubuh Terlihat Lebih Besar
Pemain bertahan sering kali terkena hukuman handball ketika posisi tangannya terbuka lebar atau terangkat tinggi saat memblokir tembakan lawan.
Dalam aturan IFAB, jika posisi tanganmu dinilai tidak wajar dari gerakan tubuh alami, kamu dianggap sedang mengambil risiko yang memicu pelanggaran.
Baca juga: 7 Fakta Pertandingan Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: La Furia Roja Juara!
Pemahaman ini penting agar kamu menyadari bahwa membesar-besarkan area tubuh saat sliding atau menghadang crossing sangat berbahaya.
Gol Tercipta Setelah Bola Mengenai Tangan
Aturan bagi pemain penyerang bertindak sangat ketat terkait sentuhan bola pada tangan sebelum terjadinya sebuah gol.
Walaupun kamu tidak sengaja menyentuh bola dengan lengan, gol yang tercipta langsung atau berawal dari sentuhan tangan penyerang akan otomatis dibatalkan oleh wasit.
Ketentuan tegas ini diterapkan untuk memastikan bahwa tidak ada keunggulan gol yang lahir dari interaksi tangan.
Baca juga: Rodri Nilai Kemampuan Adaptasi Spanyol Jadi Sejata Rahasia untuk Kalahkan Argentina di Final
Tangan Dalam Posisi Wajar Dan Alami
Tidak semua bola yang mengenai tangan berujung pada tiupan peluit wasit jika posisi lenganmu berada dalam postur tubuh yang wajar.
Ketika kamu sedang berlari dan tangan bergerak secara alami untuk menjaga keseimbangan, pantulan bola jarak dekat tidak akan dihukum sebagai pelanggaran.
Wasit akan melihat konteks penuh bahwa kamu tidak memiliki waktu reaksi yang cukup untuk menarik lengan.
Bola Memantul Dari Tubuh Sendiri
Situasi di mana bola memantul terlebih dahulu dari paha, dada, atau kaki sendiri sebelum mengenai tangan biasanya tidak dianggap sebagai handball.
Selama posisi lenganmu tidak sengaja dimekarkan untuk menutup jalur bola, wasit akan menilai kejadian tersebut sebagai benturan tidak disengaja.
Komparasi ini memberikan kamu kejelasan bahwa pantulan internal memiliki toleransi aturan yang lebih fleksibel.
Hukum Handball Di Luar Kotak Penalti
Jika pelanggaran handball dilakukan oleh pemain atau penjaga gawang di luar area penalti, sanksi utama yang diberikan adalah tendangan bebas langsung untuk tim lawan.
Selain itu, kamu perlu tahu bahwa kartu kuning dapat dilayangkan jika tindakan tersebut menggagalkan serangan menjanjikan, serta kartu merah jika secara sengaja menggagalkan peluang gol bersih.
Hukum Handball Di Dalam Kotak Penalti
Konsekuensi paling fatal terjadi ketika seorang pemain bertahan melakukan handball di dalam kotak penaltinya sendiri, yang berujung pada sanksi tendangan penalti.
Namun, tidak semua bola yang menyentuh tangan bek di kotak penalti otomatis berbuah penalti jika posisi tangannya terbukti alami.
Pemahaman skala hukuman ini menghindarkan kamu dari prasangka keliru terhadap setiap keputusan yang diambil wasit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Garudasports.co.id