INDOZONE.ID - Tottenham Hotspur kembali bergerak aktif di bursa transfer musim panas 2025. Klub Premier League tersebut resmi mengumumkan telah merekrut bek muda Jepang, Kota Takai, dari Kawasaki Frontale.
Pengumuman transfer Kota Takai terbaru ini langsung menarik perhatian, terutama karena ia digadang-gadang sebagai salah satu bek potensial Asia.
Tottenham resmi gaet Kota Takai dengan kontrak berdurasi lima tahun. Meski nilai transfernya tidak diungkap secara resmi, sejumlah media Inggris menyebutkan Tottenham mengeluarkan 5 juta poundsterling atau sekitar Rp110 miliar untuk memboyongnya dari Kawasaki Frontale.
Baca juga: Mohammed Kudus Jadi Pilihan Utama Tottenham Untuk Perkuat Lini Serang
Langkah Tottenham rekrut bek Jepang ini dianggap sebagai investasi jangka panjang, mengingat usia Takai yang masih 20 tahun.
Sebelumnya, Takai tampil gemilang di Liga Champions Asia Elite bersama Kawasaki Frontale, meski timnya gagal meraih gelar setelah kalah di final dari Al-Ahli asal Arab Saudi. Selain itu, ia juga telah mengoleksi empat caps bersama timnas Jepang.
Transfer Kota Takai terbaru ini menjadi bagian dari langkah Tottenham dalam memperkuat sektor pertahanan. Ia merupakan bek tengah ketiga yang didatangkan Tottenham Hotspur musim panas ini.
Sebelumnya, Spurs sudah lebih dulu mengamankan Luka Vuskovic dari Hajduk Split dan mempermanenkan Kevin Danso yang sebelumnya berstatus pinjaman dari RC Lens.
Dengan kehadiran Kota Takai dari Kawasaki Frontale ke Spurs, lini belakang Tottenham diharapkan tampil lebih solid musim depan. Apalagi, Tottenham baru saja mengalami musim yang penuh kontras.
Meski sukses mengakhiri puasa gelar selama 17 tahun dengan menjuarai Liga Eropa, mereka justru terpuruk di kompetisi domestik dan hanya finis di peringkat ke-17 Premier League.
Kini, dengan masuknya beberapa nama baru, termasuk Takai, Tottenham berharap bisa bangkit dan bersaing di papan atas Premier League serta kompetisi Eropa musim depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Japan Times