Selebrasi Luis Diaz setelah mencetak gol di Liverpool. (Action Images via Reuters/John Sibley)
INDOZONE.ID - Liverpool dikabarkan telah menolak tawaran sebesar 58,6 juta pound (sekitar Rp1,28 triliun) yang diajukan Bayern Munich untuk Luis Diaz.
Penyerang Timnas Kolombia tersebut tetap menjadi pilihan utama untuk rencana jangka panjang Arne Slot, sehingga Liverpool menolak pendekatan dari raksasa Bundesliga itu.
Bayern Munich disebut mulai mendekati Liverpool sejak awal Juli 2025, untuk mencoba memboyong Diaz ke Allianz Arena.
Baca juga: Bahagia di Liverpool, Luis Diaz Tidak Mau Dijual ke Bayern Munchen
Namun, Liverpool langsung memberikan jawaban tegas bahwa, sang pemain tidak masuk daftar jual.
Ketegasan itu kembali diperlihatkan pada Selasa, (15/7/2025) kemarin, saat Liverpool secara resmi menolak proposal pertama yang diajukan Bayern.
Luis Diaz saat ini masih terikat kontrak di Liverpool hingga musim panas 2027. Dengan statusnya sebagai salah satu pemain inti dalam skuad racikan Arne Slot, Liverpool menganggap nilai jual Diaz berada di atas angka 87 juta pound (sekitar Rp1,9 triliun).
Oleh karena itu, tawaran dari Bayern dianggap tidak sesuai dengan kontribusi yang telah diberikan sang winger.
Baca juga: Cedera Parah Jamal Musiala Bayangi Kemenangan PSG atas Bayern Munich di Piala Dunia Antarklub
Pada musim lalu, Diaz tampil luar biasa dengan torehan 22 gol untuk klub dan timnas Kolombia. Dari jumlah tersebut, 13 gol ia cetak di Premier League.
Performanya ikut membawa Liverpool meraih gelar juara Premier League dengan keunggulan 10 poin dari pesaing terdekat, Arsenal.
Tidak hanya Bayern Munich, sebelumnya Diaz juga sempat masuk radar Manchester City pada bursa transfer musim panas 2024. Beberapa klub dari Arab Saudi pun kabarnya ikut mengawasi situasi sang pemain.
Selebrasi Alexander Isak setelah mencetak gol di Newcastle United. (REUTERS PIC)
Di tengah penolakan terhadap tawaran untuk Diaz, Liverpool justru sedang bergerak mencari striker baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Fabrizio Romano