Jorrel Hato saat bermain di Ajax Amsterdam. (Dok. Ajax/english.ajax.nl)
INDOZONE.ID - Ajax Amsterdam menolak tawaran sebesar €40 juta (sekitar Rp766 miliar) dari Chelsea, yang berusaha merekrut bek muda mereka, Jorrel Hato.
Runner up Eredivisie musim lalu tersebut memasang harga yang sangat tinggi untuk pemain andalannya, yaitu antara €55 juta hingga €60 juta (sekitar Rp1,05 triliun hingga Rp1,14 triliun).
Bek berusia 19 tahun itu menjadi salah satu target utama Chelsea di bursa transfer musim panas ini. The Blues ingin memperkuat lini belakang mereka sebelum Premier League 2025/2026 dimulai.
Hato dikabarkan sudah menyatakan keinginannya untuk meninggalkan Ajax, dan telah menyepakati persyaratan pribadi dengan Chelsea.
Baca juga: Chelsea Lanjutkan Negosiasi untuk Datangkan Jorrel Hato, Ajax Minta Rp1,3 Triliun
Meski sang pemain sudah ingin pindah, kesepakatan antara kedua klub belum juga tercapai. Ajax tetap bersikukuh pada harga €55 juta hingga €60 juta untuk pemain yang sudah masuk skuad timnas Belanda tersebut.
Informasi ini disampaikan media Belanda, De Telegraaf, yang menyebutkan, Ajax tidak akan melepas Hato dengan harga murah.
Chelsea sebenarnya sudah tertarik kepada Hato sejak akhir tahun lalu, tepatnya pada Desember 2024. Namun saat itu, mereka belum bisa bergerak karena terbentur aturan Financial Fair Play.
Kini, setelah kembali membuka negosiasi, tawaran perdana Chelsea sebesar €40 juta ditolak mentah-mentah oleh Ajax.
Agen Hato, Humphry Nijman, membenarkan kabar adanya pendekatan serius dari klub Premier League tersebut.
“Ya, Chelsea sudah menghubungi Ajax,” kata Nijman kepada De Telegraaf, baru-baru ini.
Baca juga: Mikel Arteta Ungkap Alasan Arsenal Sering Beli Pemain dari Chelsea
Jorrel Hato saat bermain di Ajax Amsterdam (Instagram/@afcajax)
Hato bermain cukup mengesankan sepanjang musim lalu. Ia bermain dalam 50 pertandingan di semua kompetisi, dan menjadi bagian dari skuad Ajax yang hampir meraih gelar Eredivisie.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: De Telegraaf