Selebrasi Messi, Suarez, Neymar (Trio MSN) saat di Barcelona. (REUTERS/Albert Gea)
INDOZONE.ID - Inter Miami dikabarkan sedang mempertimbangkan rencana mengejutkan untuk menyatukan kembali trio legendaris Barcelona, Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar.
Trio yang dikenal dengan nama MSN ini pernah menjadi trisula paling berbahaya di sepak bola saat memperkuat Barcelona pada periode 2014–2017.
Kini, meski ketiganya sudah memasuki masa-masa akhir karier, klub milik David Beckham itu disebut berminat menghadirkan mereka kembali untuk satu musim terakhir di Major League Soccer (MLS).
Saat ini, Neymar masih bermain untuk Santos, klub masa kecilnya di Brasil. Ia bergabung pada Januari lalu dengan kontrak enam bulan setelah membatalkan kontrak dengan Al-Ittihad.
Baca juga: Ancelotti: Neymar Tak Akan Sulit Masuk Timnas Brasil di Piala Dunia 2026 Jika Kondisinya Fit
Pemain berusia 33 tahun itu kemudian memperpanjang kontraknya di Santos hingga Desember 2025 yang berarti ia bisa bernegosiasi dengan klub lain begitu kontrak tersebut berakhir.
Rencana ini membuka kesempatan bagi Inter Miami untuk mendatangkan Neymar dan melengkapi skuad bintang mereka di musim depan.
Inter Miami saat ini tengah berjuang di babak playoff MLS dan ingin mempertahankan performa positif mereka.
Klub yang kini diperkuat Messi dan Suarez ini juga sedang menyiapkan kontrak baru bagi dua pemain veteran tersebut, yang sama-sama berusia 38 tahun.
Meski belum ada negosiasi resmi, sumber dekat mengungkapkan bahwa perwakilan Neymar menyadari potensi dari sisi bisnis maupun prestasi jika sang bintang bergabung ke MLS.
Reuni trio MSN dinilai akan meningkatkan daya tarik liga secara global, apalagi menjelang Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat.
Bagi Neymar, bermain di MLS bisa menjadi pilihan menarik di penghujung kariernya. Selain tantangan baru, ia juga berkesempatan kembali bermain bersama dua rekan lamanya yang pernah menorehkan sejarah di Barcelona.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Daily Mail UK