Xabi Alonso. (REUTERS/Violeta Santos Moura)
INDOZONE.ID - Drama pencarian nakhoda baru Chelsea akhirnya berakhir. The Blues secara resmi berhasil mengamankan tanda tangan Xabi Alonso dengan kontrak jangka panjang berdurasi empat tahun.
Menariknya, penunjukan mantan bos Bayer Leverkusen dan Real Madrid ini bukan sekadar keputusan dadakan setelah Liam Rosenior dipecat, melainkan sebuah rencana matang yang penuh dengan intrik di balik layar.
Bahkan, pengumuman Xabi ini sengaja dilepas ke publik hanya beberapa jam setelah Chelsea keok dari Manchester City di final Piala FA akhir pekan lalu.
Sebuah langkah yang disebut Joe Cole, sebagai strategi PR move jenius untuk meredam kekecewaan suporter.
Baca juga: Gerak Cepat! Chelsea Kabarnya Sudah Sepakat dengan Xabi Alonso untuk Jadi Pelatih Baru
Ada hal krusial yang membedakan Xabi Alonso dengan para pelatih Chelsea di era BlueCo sebelumnya. Skuad London Barat kali ini memutuskan untuk melakukan evolusi besar.
Xabi tidak akan dipanggil sebagai head coach, melainkan mendapat kekuasaan penuh sebagai Manajer.
Gokilnya, peran ini bukan permintaan dari Xabi, melainkan inisiatif murni dari manajemen Chelsea yang ngebet pengen membangun dinasti jangka panjang mirip Mikel Arteta di Arsenal.
Xabi adalah nama terbesar yang mendarat di Stamford Bridge sejak era Thomas Tuchel, dan ini jelas merupakan sebuah coup (keberhasilan besar) bagi The Blues.
Baca juga: Michael Carrick Disebut Akan Jadi Pelatih Permanen MU
Sebenarnya, obrolan internal petinggi klub soal kriteria bos baru sudah menggelinding bahkan sebelum takdir buruk menimpa Liam Rosenior di Brighton.
Ketika tren performa tim terus merosot, manajemen sadar kalau strategi transfer mereka yang terlalu fokus pada pemain muda butuh penyeimbang di ruang ganti, termasuk sosok pemimpin di kursi kepelatihan.
Meskipun Chelsea sempat ngobrol dengan enam kandidat lain termasuk nama-nama beken Premier League seperti Andoni Iraola, Oliver Glasner, Marco Silva, hingga mantan bek mereka, Filipe Luis; nama Xabi Alonso selalu berada di urutan teratas.
Pekan lalu, pertemuan rahasia dilakukan di London. Alih-alih berebut kekuasaan, Xabi justru lebih banyak berdiskusi logistik dengan lima direktur olahraga Chelsea. Hasilnya? Kedua belah pihak langsung satu frekuensi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Standard