INDOZONE.ID - Leeds United kembali ke Premier League musim ini, tapi satu pertanyaan besar menggantung, bisakah mereka bertahan? Klub ini sudah melakukan beberapa transfer cerdas, namun pasar masih diburu striker andal jika ingin menjauh dari jurang degradasi.
Daniel Farke, sang pelatih, tak mau berleha-leha. Dia tahu timnya butuh lebih banyak senjata di lini serang. Meski sudah mendatangkan sejumlah pemain seperti Lucas Perri (kiper), Jaka Bijol (bek), dan Sean Longstaff (gelandang), Leeds masih kekurangan opsi tajam di depan. Patrick Bamford dikabarkan akan dijual, sementara Mateo Joseph dan Joe Gelhardt dipinjamkan ke klub lain.
Farke sendiri mengakui,“Kami sadar, lini serang kami belum siap untuk level Premier League. Bahkan dibandingkan dengan musim lalu di Championship, belum ada peningkatan signifikan.”
Namun, ada harapan. Joel Piroe, pencetak gol terbanyak Championship musim lalu, mendapat kesempatan membuktikan diri sebagai striker top. Selain itu, performa pemain seperti Dan James dan Ao Tanaka akan menjadi kunci.
Baca juga: Usai Mengunci Tiket Premier League, Leeds United dan Burnley Bersaing Merebut Gelar Juara
Sang Bos: Daniel Farke, Si Metalhead yang Cerdas
Farke bukanlah pelatih biasa. Dengan gaya ala bintang heavy metal dan latar belakang pendidikan ekonomi, dia sudah tiga kali membawa tim promosi ke Premier League, dua di antaranya bersama Norwich yang minim anggaran.
Musim lalu, spekulasi tentang masa depannya di Leeds sempat ramai, tetapi sang ketua klub, Paraag Marathe, tegas mendukungnya,“Dia orang saya.” Tugas Farke jelas, memastikan Leeds tidak hanya sekadar numpang lewat di liga top Inggris.
Kepemilikan 49er Enterprises dari San Francisco membawa tantangan tersendiri. Mereka harus menyeimbangkan aturan finansial Liga Premier sambil tetap bersaing di lapangan. Belum lagi, proyek perluasan Elland Road menjadi 53.000 kursi yang sedang diproses.
Di tengah perubahan struktur manajemen dengan Robbie Evans sebagai direktur baru dan Adam Underwood naik jabatan menjadi direktur olahraga, Leeds harus tetap fokus di lapangan.
Farke menganggap pasar transfer Inggris terlalu mahal, tetapi Leeds tetap membeli Sean Longstaff dari Newcastle dengan harga awal £12 juta. Gelandang ini punya pengalaman 171 laga Premier League dan diharapkan dapat memperkuat lini tengah bersama Ethan Ampadu dan Ao Tanaka.
Selain itu, ada Harry Gray, striker muda berbakat yang baru berusia 16 tahun. Meski masih sangat muda, bakatnya sudah mencuri perhatian. Leeds tak ingin terburu-buru memaksanya, tetapi Premier League mungkin akan segera mengenal namanya.
Baca juga: Udinese Tertarik Datangkan Jay Idzes Sebagai Pengganti Jaka Bijol yang Dilepas ke Leeds United
Musim Penentuan untuk Wilfried Gnonto
“Aku mungkin punya sesuatu untuk dibuktikan di Premier League,” kata Gnonto musim panas ini. Pemain sayap Italia ini baru berusia 21 tahun, tetapi sudah memiliki 13 caps untuk negaranya. Tantangannya sekarang adalah konsistensi.
Dengan dribel tajam dan kecepatannya, Gnonto bisa menjadi momok bagi bek mana pun. Namun, dia harus mengurangi ketidakstabilan performanya jika ingin menjadi pilar utama Leeds.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Theguardian.com