Minggu, 16 NOVEMBER 2025 • 08:55 WIB

Oscar Piastri Gagal Juara, Opsi Hengkang dari McLaren Mencuat

Author

Oscar Piastri (F1.com).

INDOZONE.ID - Musim 2025 seharusnya menjadi tahun penobatan bintang baru, Oscar Piastri

Tapi, seperti kata pepatah, roda itu berputar. Mimpi indah pembalap McLaren asal Australia itu kini berubah jadi mimpi buruk, dan harapan juaranya yang terlihat begitu kokoh, kini ambyar berantakan.

Situasi makin panas ketika mantan tim prinsipal Haas, Guenther Steiner, ikut angkat bicara. 

Dengan gaya blak-blakan-nya yang khas, Steiner memberi saran yang cukup mengejutkan. 

Jika Piastri gagal mengunci gelar juara dunia tahun ini, ia seharusnya mempertimbangkan untuk cabut alias hengkang dari McLaren.

Baca juga: Media Irlandia: PSSI Lirik Islandia Heimir Hallgrímsson untuk Tangani Timnas Indonesia

Lho, kok bisa sampai segitunya? Bukannya Piastri dan McLaren lagi mesra-mesranya?

Piastri Merana di Enam Balapan Sebelumnya

Untuk memahami konteks saran "sadis" dari Steiner, kita perlu flashback sedikit. 

Performa Oscar Piastri di sebagian besar musim 2025 benar-benar di luar nalar.

Piastri sukses memimpin klasemen pembalap selama 15 seri balapan. Ia terlihat sangat dominan, matang, dan nyaris tanpa cela. 

Puncaknya adalah setelah kemenangannya di Grand Prix Belanda pada akhir Agustus lalu. 

Baca juga: Siap Menuju Qatar, Roberto Mancini Terima Tawaran Kontrak Jangka Panjang dari Al Sadd

Saat itu, Piastri gagah di puncak dengan keunggulan 34 poin dari rekan setim sekaligus rival terdekatnya, Lando Norris.

Semua orang, dari fans hingga pakar, sudah hampir yakin gelar juara dunia akan jatuh ke tangannya.

Namun, entah apa yang terjadi, performa Piastri tiba-tiba nge-slump drastis. Dalam enam balapan terakhir, keajaiban itu seolah sirna. 

Sebaliknya, Lando Norris justru menemukan performa terbaiknya, berhasil meraih kemenangan beruntun di Meksiko dan Brasil.

Kini, dengan hanya tiga balapan tersisa di musim ini, situasinya berbalik 180 derajat. Piastri justru tertinggal 24 poin di belakang Norris. 

Baca juga: PSSI Dikabarkan Ingin Bojan Hodak Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Ini Alasannya

Sebuah plot twist gila yang melihat keunggulannya menguap sebesar 58 poin hanya dalam enam seri.

Hasutan Steiner Menggema

Di tengah keterpurukan Piastri, Guenther Steiner hadir dengan pandangannya yang "agak lain". 

Dalam wawancaranya di podcast The Red Flags, Steiner menyebut bahwa kekalahan dari rekan setim di mobil yang sama adalah pukulan telak.

"Terutama jika dia tidak memenangkan kejuaraan, saya pikir dia punya peluang bagus untuk masuk ke mobil bagus lainnya," kata Steiner.

Menurutnya, Piastri tidak perlu meratapi nasib di McLaren. Justru, ini adalah momen yang tepat untuk mencari tantangan baru.

Baca juga: Hampir Balik ke Juventus, Emil Audero: Pilih Cremonese Adalah Keputusan Terbaik Saya

"Dia (Oscar Piastri) pembalap yang bagus dan perubahan terkadang itu bagus. 

Dia masih cukup muda, dia bisa beradaptasi dengan itu. Dia harus melakukannya dan saya pikir dia akan melakukannya. Itu opini saya," tegas Steiner.

Saran ini didasarkan pada logika bahwa kalah dari rekan setim jauh lebih menyakitkan secara mental dan bisa merusak status bintang-nya di dalam tim. 

Pindah ke tim lain bisa menjadi cara untuk me-reset citranya dan memulai dari awal sebagai pembalap utama.

Regroup atau Mentalnya Hancur

Tentu saja, Steiner tidak hanya menyarankan untuk kabur. 

Ia juga memberikan skenario alternatif jika Piastri memutuskan untuk tetap setia pada McLaren, tim yang membawanya ke F1.

Jika Piastri akhirnya kalah dalam perebutan gelar ini, Steiner berkata ia punya satu tugas berat selama liburan musim dingin.

"Dia hanya perlu berkumpul kembali (regroup) selama musim dingin dan kembali lebih kuat dari sebelumnya," jelas Steiner.

Baca juga: Luciano Spalletti Capai Kesepakatan Verbal untuk Latih Juventus

Artinya, Piastri harus melakukan introspeksi besar-besaran, menganalisis data, memperbaiki mentalnya, dan mencari tahu apa yang salah dalam enam balapan terakhir.

Namun, Steiner juga memberikan peringatan keras. "Jika tidak, jika dia tidak kembali lebih kuat, saya pikir yang terbaik untuknya adalah dia berganti tim."

Dengan kata lain, jika Piastri tetap di McLaren tahun depan dan performanya masih di bawah Lando Norris, karirnya di tim papan atas bisa terancam. 

Ia bisa terjebak dalam peran sebagai pembalap nomor dua, sebuah label yang sangat sulit dilepas di F1.

Waktu hampir habis bagi Oscar Piastri. Dengan sisa tiga balapan, ia butuh keajaiban untuk membalikkan keadaan. 

Baca juga: Gianni Infantino Resmi Luncurkan FIFA ASEAN Cup 2025, Era Baru Sepak Bola Asia Tenggara Dimulai!

Namun, drama sesungguhnya mungkin baru akan dimulai setelah balapan terakhir di Abu Dhabi. 

Akankah ia bertahan dan membuktikan bahwa ia bisa comeback stronger? 

Atau ia akan mendengarkan saran Steiner dan mencari takdir baru di tim lain? 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Podcast The Red Flags

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU