Kolase Foto Veda Ega Pratama dan Kiandra Ramadhipa (Gold & Goose/Red Bull Content Pool)
INDOZONE.ID - Pencapaian membanggakan diraih oleh dua pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama dan Kiandra Ramadhipa, dalam ajang Red Bull Rookies Cup di Sirkuit Sachsenring, Jerman.
Veda Ega Pratama sukses menjuarai race kedua Red Bull Rookies Cup, sementara Kiandra Ramadhipa meraih posisi runner-up pada race pertama. Keduanya juga kompak finis di posisi keempat pada balapan lainnya.
Balapan dengan kondisi hujan dan lintasan licin yang digelar di Sirkuit Sachsenring pada Sabtu (12/7/2025) malam WIB hampir membawa Kiandra Ramadhipa ke podium tertinggi. Sayangnya, di dua tikungan terakhir, ia disalip oleh pembalap Spanyol, Brian Utiarte, yang mengambil risiko menyalip dari sisi dalam. Kiandra pun harus puas finis di posisi kedua dengan selisih sangat tipis.
Tak hanya Kiandra, rekan satu timnya, Veda Ega Pratama, juga harus merelakan posisi podium ketiga yang dicuri oleh pembalap Prancis, Guillem Planques.
Baca juga: Debut Magny Cours, Veda Ega Siap Dulang Poin di JuniorGP World Championship 2025
Berbeda dengan race pertama, balapan kedua yang digelar pada Minggu (13/7/2025) siang berlangsung di lintasan kering. Veda Ega, yang sebelumnya finis keempat saat kondisi hujan, langsung melesat di balapan kedua. Setelah berjibaku selama 15 lap, ia berhasil meninggalkan lawan-lawannya di tiga lap terakhir dan finis terdepan.
Peringkat kedua diraih oleh pembalap Jepang, Zen Mitani, yang membuat kejutan dengan start dari posisi ke-16. Sementara posisi ketiga ditempati oleh pembalap Kyrgyzstan yang start dari pole position.
Kemenangan ini membuat posisi Veda Ega Pratama di klasemen semakin dekat dengan pemuncak. Ia kini mengoleksi 130 poin, hanya terpaut 24 poin dari pemimpin klasemen. Sementara itu, Kiandra Ramadhipa berada di posisi kesepuluh dengan 64 poin.
Veda Ega mengaku tak menyangka akan menang di balapan kedua ini. “Saya tidak berharap menang hari ini, tapi saya selalu percaya diri. Saya berusaha ke depan meskipun pembalap lain dengan mudah mendahului. Jadi saya fokus untuk terus menjadi bagian dari kelompok terdepan. Itu bisa berhasil karena saya masih mempunyai sisa kekuatan ban, jadi saya bisa terus melesat di tiga lap tersisa,” ujarnya.
Ia juga tetap fokus pada balapan, meskipun tahu bahwa pesaing terkuatnya, Hakim Danish dan Brian Utiarte, mengalami insiden dan gagal finish. “Jadi saya hanya mencoba untuk fokus ke depan, terus mendorong, dan mempertahankan keunggulan,” tegas Veda.
Di sisi lain, Kiandra mengungkapkan bahwa race pertama sangat menantang karena kondisi hujan. “Balapan sangat sulit dan sangat panjang. Saya memimpin di sebagian besar lomba dan hanya ingin balapan cepat selesai. Di tiga putaran terakhir, ketika garis finis makin dekat, saya berusaha menjaga ego dan menyelesaikan balapan,” ujarnya.
Saat ditempel ketat oleh Brian Utiarte di putaran terakhir, Kiandra memilih tetap fokus dan tidak memaksakan pertarungan yang bisa berujung kesalahan. “Pada putaran terakhir, cengkeraman ban sudah melampaui batas. Motor sempat melebar di tikungan, jadi dalam hati saya berdoa ‘semoga jangan terjatuh’. Ketika akhirnya disalip, saya tetap berusaha mengejarnya di dua tikungan terakhir. Tapi pengereman lambat yang dilakukan Brian membuat kesempatan saya tertutup,” jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Redbull.com